Emak-emak menggeruduk Mapolsek Plered Purwakarta lantaran jengkel terhadap oknum guru ngaji cabul yang sudah diamankan polisi. (Foto: iNews.id/Didin Jalaludin)
Irwan, Didin Jalaludin

PURWAKARTA, iNews.id - Puluhan emak-emak dari Desa Babakan Sari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, menggeruduk kantor mapolsek setempat, Kamis (29/9/2022). Mereka merupakan keluarga korban pencabulan oleh seorang oknum guru ngaji kepada muridnya. 

Aksi emak-emak tersebut sesaat setelah polisi mengamankan pelaku dan keluarga korban yang merasa jengkel mengejarnya hingga ke Mapolsek Plered.

Emak-emak ini terus mengamuk dan mencoba mengejar pelaku pencabulan yang dibawa petugas. Mereka berteriak-teriak untuk meluapkan emosinya lantaran anggota keluarganya menjadi korban pencabulan oleh guru ngaji berinisial A (70).

Menurut Kapolsek Plered, AKP Suparlan, aksi pencabulan ini terbongkar setelah korban melapor ke orang tuanya, kemudian keluarga korban melanjutkan laporannya ke polisi. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi bejat pelaku dilakukan terhadap anak di bawah umur, rentang 11 sampai 15 tahun.

"Ya, kasus dugaan pencabulan. Untuk kasus ini kami limpahkan ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Purwakarta,"ujar Kapolsek Plered AKP Suparlan.


Hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang sehari-hari mengajar mengaji itu mengakui telah melakukan tindakan asusila terhadap muridnya yang berjenis kelamin permpuan. Korban masih di bawah umur dengan rentan usia 11-12 tahun. 

"Adapun korban yang sudah melaporkan ada empat orang, untuk motif dan modusnya belum dilakukan pendalaman. Kasusnya dilimpahkan ke Polres, nanti tim penyidik dari Polres yang mendalami,"tutur AKP Suparman.

Salah seorang emak-emak yang berada di Polsek Plered menyenyebukan kasus dugaan pencabulan ini terungkap berdasarkan pengakuan murid pelaku kepada keluarganya. 

"Korban melakukan perbuatan asusila dengan memegang organ sensitifnya. Dan bisa jadi korbannya lebih dari dua tiga orang," ucapnya.


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT