Rumah tempat Dede Rohayah ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tangan dan kaki terikat lakban serta mulut disumpal. (Foto: Dok)
Agung Bakti Sarasa

BANDUNG,iNews.id - Polisi tengah memburu pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan lanjut usia (lansia) di Kota Bandung. Hingga kini, pembunuh Dedeh Rohayah (62) yang ditemukan tewas dengan tangan dan kaki terikat lakban dan mulut tersumpal kain itu masih berkeliaran bebas. 

Kapolsek Bojong Loa Kidul, Kompol Ari Purwantoro mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan intensif untuk mengungkap sekaligus menangkap pelaku pembunuhan. 

"Sudah ada delapan orang saksi yang diperiksa pada kasus ini," kata Kompol Ari, Kamis (29/9/2022). 

Kompol Ari juga memastikan, pihaknya masih bekerja keras untuk mengungkap kasus ini. Bahkan, dia meyakinkan, tim yang diterjunkan bekerja secara profesional. 

"Kita maksimal untuk ungkap kasus ini. Kita dan tim gabungan, terus bekerja," ujarnya. 

Diketahui, Dede Rohayah ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Kaki dan tangannya terlilit lakban serta mulutnya disumpal kain. 
Warga Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung berusia 62 tahun itu ditemukan tewas di rumahnya yang juga dijadikan warung kelontong, Rabu (22/9/2022). 


Eli yang juga menantu korban dan tinggal tak jauh dari rumah korban mengungkapkan bahwa korban tinggal seorang diri di rumahnya. Sebelum ditemukan tewas, kata Eli, kondisi rumah dalam kondisi tidak terkunci dan berantakan. 

Eli sendiri sempat memanggil korban kala mendapati rumah korban tak terkunci dan berantakan. Namun, korban tidak menyahut. Eli yang curiga pun akhirnya meminta bantuan tetangga untuk mengecek rumah korban hingga akhirnya menemukan korban tewas di lantai dua. 

"Pas saya buka, pintu tidak terkunci dan di dalam sudah acak-acakan. Itu korban posisinya di atas. Tangan dan kakinya terikat lakban dan mulut disumpal kain," ungkap Eli, Kamis (24/9/2022). 

Selain mendapati korban tewas dengan kondisi mengenaskan, Eli pun mengatakan bahwa ada sejumlah uang dan perhiasan milik korban yang hilang. Uang yang hilang nilainya sekitar Rp50 juta yang disimpan korban dalam kaleng. 




Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT