A (lingkaran merah), guru ngaji yang diduga mencabuli empat muridnya. (FOTO: iNews/IRWAN)
Irwan

PURWAKARTA, iNews.id - A (70), seorang guru ngaji di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, ditangkap polisi karena diduga mencabuli empat muridnya yang masih anak di bawah umur, Jumat (30/9/2022). Pelaku mengiming-imingi korban uang agar tutup mulut. 

Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain mengatakan, A sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, tersangka A masih diperiksa intensif penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Purwakarta, terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukannya kepada empat korban.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku A mengaku melancarkan aksinya dengan mengiming-imingi korban uang agar tutup mulut. Pelaku mencabuli para korban di suatu ruangan seusai mengajar ngaji," kata Kapolres Purwakarta.

Aksi bejat pelaku terungkap, ujar AKBP Edwar Zulkarnain, setelah satu korban menceritakan pencabulan yang dialami kepada orang tuanya. "Kemudian orang tua korban melaporkannya ke pemerintah desa setempat dan polisi," ujar AKBP Edwar Zulkarnain.

Saat ini, tutur Kapolres Purwakarta, keempat korban pencabulan dilakukan pendampingan oleh petugas Komisi  Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Purwakarta. "Mereka juga diberi trauma healing," tutur Kapolres Purwakarta.

Sementara itu, pelaku A meringkuk di sel tahanan Polres Purwakarta. Tersangka A terancam hukuman 15 tahun penjara karena melanggar Pasal 81 dan 82 Undang-undang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, puluhan warga yang didominasi emak-emak menggeruduk Polsek Plered. Mereka melaporkan kasus pencabulan anak yang diduga dilakukan oleh guru ngaji berinisial A. Polisi pun mengamankan pelaku A. Namun karena merasa kesal, warga sempat berusaha menghakimi pelaku. Untuk menghindari hal-hal tak diingin, tersangka A dibawa ke Polres Purwakarta.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT