BNNP Jabar membongkar sejumlah kasus peredaran narkoba pada periode Juli-Agustus 2022. Sebanyak 14 kg ganja dan 1 kg sabu dimusnahka. (FOTO: AGUNG BAKTI SARASA)
Agung Bakti Sarasa

BANDUNG, iNews.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat membongkar sejumlah kasus peredaran narkotika selama periode Juli-Agustus 2022. Barang bukti 14 kilogram (kg) ganja dan 1 kg sabu dimusnahkan dengan cara dibakar, Selasa (6/9/2022)

"Dari keberhasilan tersebut, BNNP Jabar berhasil menyita 13,687 gram ganja dan 1,036 gram sabu. Seluruh barang bukti dibakar menggunakan incenerator," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jabar Kombes Pol Bubung Pramiadi di sela pemusnahan barang bukti di Kantor BNNP Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (6/9/2022).

Kombes Pol Bubung Pramiadi menyatakan, pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika itu berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan penyelundupan sabu di Bogor. "Dalam pengungkapan ini, BNNP Jawa Barat mengamankan dua orang tersangka, yakni ES dan EN," ujar Kombes Pol Bubung Pramiadi.

Selain mengamankan ES dan EN berikut barang bukti 1 kg lebih sabu, tutur Kabid Pemberantasan BNNP Jabar, petugas BNNP Jabar juga membongkar kasus peredaran ganja di Cianjur yang melibatkan dua tersangka, yaitu MRA dan AM. 

Dari tangan kedua tersangka jaringan Banten-Bandung itu, petugas mengamankan barang bukti berupa lebih dari 13 kg ganja. "Modusnya, MRA ini diperintahkan oleh AM untuk mengambil ganja di kawasan Merak, Banten. Ganja ini nantinya akan diedarkan di wilayah Sukabumi-Cianjur dan Bandung," tutur Kabid Pemberantasan BNNP Jabar.

Kombes Pol Bubung Pramiadi mengatakan, barang bukti lain merupakan hasil temuan BNNP Jabar yang kepemilikannya masih ditelusuri berupa paket ganja yang dikirim menggunakan jasa ekspedisi. Tiga temuan itu didapat dari sejumlah wilayah, yakni Bogor, Depok, dan Cirebon. 

"Jadi ada kiriman melalui jasa ekspedisi yang setelah ditelusuri alamatnya fiktif dan ketika dihubungi nomor kontaknya tidak aktif," ucap Kombes Pol Bubung Pramiadi.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara paling lama 20 tahun. 

"Dengan terbongkarnya peredaran gelap narkotika ini, BNNP Jabar telah menyelamatkan kurang lebih 86.770 warga Jabar dari bahaya penyalahgunaan narkotika," ujar Kabid Pemberantasan BNNP Jabar.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT