Gary Iskak menjalani rehabilitasi dan rawat jalan di Tangerang Selatan. (FOTO: Humas Polda Jabar)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar memberikan izin kepada aktor Gary Iskak menjalani rehabilitasi dan rawat jalan di Kota Tangerang Selatan, Banten. Izin ini diberikan atas berbagai pertimbangan dokter dan BNNP Jabar.

Kabid Rehabilitasi BNNP Jabar Anas Saepudin mengatakan, Gary Iskak menjalani rehabilitasi di Tangerang Selatan agar dekat dengan tempat tinggal atau rumahnya.

"Hal ini berdasarkan pertimbangan dari dokter terhadap kondisi aktor tersebut. Dia (Gary Iskak) punya penyakit dalam, sudah lama. Akhirnya dia dirujuk rehabilitasi oleh BNN Kota Tangerang Selatan," kata Kabid Rehabilitasi BNNP Jabar. 

Selama rehabilitasi, ujar Anas Saepudin, aktor Gary Iskak wajib melakukan delapan kali pertemuan untuk konseling. Setiap pekan, Gary Iskak menjalani satu kali rawat jalan.

Anas Saepudin menuturkan, selain pertemuan delapan kali, selama menjalani rehabilitasi, Gary Iskak, juga wajib menyampaikan laporan ke BNN Jawa Barat setiap minggu.
 
"Pertama dilimpahkan ke BNN Jawa Barat, untuk rawat jalan, karena melihat kondisinya (mengidap penyakit dalam), jadi rawat jalan," ujar Anas Saepudin.

Diberitakan sebelumnya, Aktor Gary Iskak yang sempat ditangkap personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jabar gegara kedapatan mengonsumsi sabu bersama empat temannya, direhabilitasi di BNNP Jabar. Walaupun direhabilitasi, penyidikan kasus penyalahgunaan narkoba Gary Iskak tetap berlanjut.

"Jumat (27/5/2022) malam kemarin (Gary Iskak) sudah kami (Ditresnarkoba Polda Jabar) serahkan ke BNNP untuk dilaksanakan rehabilitasi. Langkah ini dilakukan setelah melalui proses TAT, disetujui BNNP dan kejaksaan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo di  di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (30/5/20229).

Selain Gary, ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, kawan-kawannya TR, AR, DW, dan SP juga direhabilitasi. Mereka termasuk sebagai korban penyalahgunaan narkoba.

Hal itu sesuai Undang-Undang narkotika Pasal 56, bahwa tersangka yang didapatkan atau diperoleh barang bukti kurang dari 1 gram ini dilakukan assesment. 

"Sehingga petugas melakukan koordinasi dengan BNNP Jabar melakukan assesment kepada yang bersangkutan. Mereka bukan termasuk jaringan peredaran narkoba dan memiliki keluarga," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT