Kedua YouTuber berinisial SH (32) dan BS (19), diamankan petugas Sat Reskrim Polres Indramayu karena menyebarkan hoaks rumah warga dijarah setelah kebakaran kilang minyak Pertamina di Bolangan. (Foto: Okezone/Fathnur Rohman)
Fathnur Rohman

INDRAMAYU, iNews.id - Petugas Sat Reskrim Polres Indramayu menangkap dua YouTuber asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Keduanya nekat membuat gaduh dengan menyebarkan hoaks yang menyebutkan rumah para warga yang mengungsi karena kebakaran kilang minyak Pertamina di Balongan, dijarah.

Kedua YouTuber tersebut yakni, laki-laki berinisial SH (32) dan seorang perempuan berinisial BS (19). Keduanya yang diamankan petugas Sat Reskrim Polres Indramayu pada Selasa (30/3/2021), hanya bisa tertunduk lesu. 

Kanit II Tipidter Sat Reskrim Polres Indramayu, Ipda Ardian mengatakan, dalam videonya, keduan YouTuber menyebutkan barang-barang berharga di rumah warga dijarah setelah insiden kebakaran di tangki kilang minyak Pertamina RU VI Balongan.

"Polres Indramayu bersama Tim Cyber telah mengamankan dua pelaku penyebaran berita bohong, terkait adanya pencurian atau pengambilan barang-barang di rumah pengungsi," kata Ardian, Kamis (1/4/2021).

Dalam unggahannya, lanjut Ardian, kedua YouTuber itu mem-posting, barang-barang berharga milik pengungsi yang hilang dijarah di antaranya sepeda motor dan televisi. 

Menurutnya, informasi ini termasuk hoaks lantaran setelah kejadian kebakaran, banyak petugas kepolisian dan warga yang bersiaga. Polisi memastikan rumah para pengungsi aman.

"Kami dapatkan identitas pengunggah awal, kemudian kami amankan. Modus mereka ingin menaikkan rating akun YouTube-nya," ujar Ardian.

Akibat perbuatannya, kedua YouTuber tersebut bakal dijerat pasal 28 Ayat (2) Jo pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya kurungan penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

"Kami amankan juga sejumlah barang bukti seperti gadget, laptop, dan tangkapan layar postingannya," ucapnya.


Editor : Maria Christina

BERITA TERKAIT