Warga menarik truk yang tertimbun longsoran pasir di tambang galian C Kampung Cipeusing RT 02/07, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, KBB. (FOTO: iNews/YUWONO WAHYU)
Yuwono Wahyu

BANDUNG BARAT, iNews.id - Kipli dan Seaful, dua penambang tewas tertimbun pasir di tambang galian C Kampung Cipeusing RT 02/07, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Peristiwa pada Jumat (29/4/2022) siang ini terjadi lantaran tambang pasir tiba-tiba longsor dan menimbun kedua korban.

Proses evakuasi satu korban membutuhkan waktu lebih dari lebih dari 5 jam dan berlangsung dramatis. Sebab, pasir yang menimbun kedua korban cukup tebal.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB dan warga setempat bahu membahu menyingkirkan pasir yang menimbun hingga akhirnya korban berhasil dievakuasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, longsor terjadi secara tiba tiba saat kedua korban sedang mengisi truk.  Korban pertama yang dievakuasi adalah Kipli. Sedangan proses evakuasi korban Saeful membutuhkan waktu lebih dari 5 jam. 

Sebab, warga dan petugas harus mengevakusi truk yang juga terimbun pasir. Setelah bekerja keras, akhinya jenazah Saeful berhasil ditemukan dengan posisi terjepi tebing pasir. Untuk mengeluarkan jenazah dibutuhkan ke hati-hatian agar tidak merusak tubuh korban.

"Kedua korban terimbun pada saat menambang pasir di galian yang sudah tidak aktif. Polsek Cisarua akan melakukan penyelidikan lebih lanjut jika ditemukan unsur kelalaian dalam peristiwa ini," kata Kanit Lantas Polsek Cisarua AKP Asep Mulia. 

Untuk keperluan penyelidikan, ujar AKP Asep Mulia, jenazah korban diidenfikasi tim Inafis Polres Cimahi. Kelurga korban menolak jenazah diautosi karena menganggap kejadian ini musibah. Kasus ini dalam penanganan Polsek Cisarua dan Polres Cimahi.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT