Warga yang Gelar Pesta Nikah dengan Dangdutan saat PPKM di KBB Didenda Rp500.000

Adi Haryanto ยท Jumat, 20 Agustus 2021 - 17:33:00 WIB
Warga yang Gelar Pesta Nikah dengan Dangdutan saat PPKM di KBB Didenda Rp500.000
Warga Kampung Cimanggu, KBB, yang menggelar pesta hajatan sisingaan dan dangdutan saat PPKM Level 4 menjalani sidang tipiring di PN Bale Bandung, Jumat (20/8/2021). (Foto: Istimewa)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Warga Kampung Cimanggu, RT 1/12, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ade Suparman  yang menggelar pesta pernikahan dengan menggelar sisingaan dan dangdutan saat PPKM Level 4 menjalani sidang tipiring. Dalam sidang tersebut pemangku hajat didenda Rp500.000.

Kepala Satpol PP KBB Asep Sehabudin  mengatakan, sidang tipiring kepada Ade Suparman dilakukan di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Jumat (20/8/2021). Pada sidang tersebut yang bersangkutan dikenakan sanksi denda sebesar Rp500.000 atas pelanggaran yang dilakukan. 

"Sidangnya di PN Bale Bandung tadi. Dia (Ade) didenda Rp500.000 karena nekat menggelar acara singa depok dan dangdutan dalam resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 pada 16 Agustus 2021 lalu," kata Asep saat dikonfirmasi, Jumat (20/8/2021).

Asep menyebutkan, acara tersebut dibubarkan oleh anggotanya yang melakukan patroli dan menerima pengaduan dari pihak desa serta kecamatan. Namun saat dibubarkan, yang bersangkutan memaksa petugas agar acara hiburan singa depok dan dangdutan itu tetap dilanjutkan.

Sebenarnya jika warga tersebut kooperatif mungkin tidak akan dikenakan sidang tipiring. Apalagi dia  juga baru satu kali melanggar aturan PPKM Level 4. Tetapi karena sempat memaksa agar acara tetap dilanjutkan, maka pihaknya langsung memberikan sanksi tegas.

"Ya kalau tidak memaksa, sanksinya bisa pembubaran saja. Tapi karena dianya ngotot agar acara singa depok dan dangdutan dilanjutkan, maka kami kenakan sanksi tipiring," ucapnya. 

Asep menegaskan, tidak akan segan memberikan sanksi jika ada warga yang menggelar hiburan di saat penerapan PPKM Level 4. Alasannya karena kegiatan hiburan yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti itu hingga saat ini masih dilarang untuk mencegah penularan Covid-19.

"Kami mengimbau agar masyarakat KBB mematuhi aturan PPKM Level 4, terutama tidak mengadakan hiburan atau kegiatan berkerumun. Kalau melanggar ya harus siap dengan konsekuensinya," kata dia. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: