Waduh, Sumber Air yang Diolah Perumda Tirtawening Bandung Tercemar Kotoran Hewan

Billy Maulana Finkran · Minggu, 08 Agustus 2021 - 09:45:00 WIB
Waduh, Sumber Air yang Diolah Perumda Tirtawening Bandung Tercemar Kotoran Hewan
Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung melihat secara langsung buruknya kualitas air yang diolah Perumda Tritawening. (Foto: iNewsTv/Billy Maulana Finkran)

BANDUNG, iNews.id - Sumber air yang diolah Perumda Tirtawening Kota Bandung berkualitas buruk. Bahkan, sumber air yang yang diolah BUMD untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat Bandung tersebut terindikasi tercemar kotoran hewan ternak.

Akibatnya, pembiayaan pengolahan air baku jadi membengkak dan beban itu menjadi tanggung jawab Permda Tirtawening selaku pengelola air bersih. Sementara kewajiban masyarakat sebagai pelanggan untuk membayar justru malah menurun. 

Pembengkakan biaya karena penggunaan bahan kimia penetralisasi air tercemar menjadi lebih banyak. Sebab, air yang diditribusikan kepada masyarakat atau pelanggan harus terjamin kualitasnya.

"Kami bisa bayar listrik, kami bisa bayar karyawan kalau masyarakat membayar. Kami tidak ingin efisiensi yang dilakukan dengan memotong hak-hak karyawan. Tapi dengan cara efisiensi terhadap biaya operasional melalui penghematan bahan kimia," kata Direktur Perumda Tirtawening Sony Salimi, Minggu (8/8/2021).

Menurutnya, penghematan bahan kimia ini akan berbanding lurus dengan kualitas air yang akan diolah. Buruknya air baku secara otomatis akan mendongkrak kebutuhan bahan kimia itu.

Mirisnya lagi, buruknya kualitas sumber air sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, pihak perumda  sudah berkali-kali menyampaikan permasalahan itu. Pernah sekitar tahun 2017 ada atensi dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar terkait kualitas sumber air di Sungai Cikapundung. Namun hal itu belum ada tindak lanjut sampai dengan sekarang.  

"Semakin burtuk kualitas sumber air, maka semakin besar pula bahan kimia yang digunakan. Saya sangat hafal, karena pada 1998 penggunaan bahan kimia hanya 600, 700, 800 kg saja per hari untuk debit 600 liter per detik. Sekarang bisa mencapai 3.500 kg untuk debit sebesar itu," ujar dia.

Dia berharap, secara bersama-sama meningkat kulaitas air Sungai Cikapundung yang kondisi saat ini sangat buruk dan terkontaminasi kotoran hewan. Perlu memikirkan pemulihan sepanjang aliran Sungai Cikapundung sehingga meningkatkan kualitas air baku yang diolah. 

Sementara itu, Komisi B DPRD Kota Bandung melakukan peninjauan ke lokasi sumber air yang diolah Permda Tirtawening di Sungai Cikapundung, kawasan Dago Pakar. Seusai meninjau, anggota DPRD memastikan segera menindaklanjuti dengan melaporkan hasil temuan lapangan kepada pimpinan. Harapannya, pimpnan DPRD Kota Bandung ada koordinasi dengan Pemprov Jabar.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: