Viral Anak Dipaksa Duel ala Gladiator di Sukabumi, Orang Tua Korban Lapor Polisi

Dharmawan Hadi · Jumat, 06 Mei 2022 - 20:31:00 WIB
Viral Anak Dipaksa Duel ala Gladiator di Sukabumi, Orang Tua Korban Lapor Polisi
Foto tangkapan layar dari video yang diunggah di media sosial YouTube. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, iNews.id - Video kekerasan pada anak di Kota Sukabumi viral di media sosial. Terdapat 3 tiga unggahan video yang diduga kuat lokasi pengambilan gambar di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. 

Ketiga unggahan video tersebut menunjukkan anak-anak berduel ala gladiator yang disaksikan oleh penonton teman-temannya. Dalam duel itu pun lengkap  ada wasit yang menyuruh memulai dan memisahkan perkelahian tersebut. 

Belum diketahui siapa pemilik akun tersebut, namun sekarang unggahan video tersebut sudah dihapus pemiliknya setelah viral lantaran dilaporkan ke polisi oleh salah satu orang tua korban.  

"Awalnya ada bibinya anak saya yang melihat video duel di YouTube. Saat melihat video tersebut dia mengenali sosok yang sedang berkelahi seperti anak saya, lalu dia memberi tahu kepada saya," ujar MP, orang otua salah satu korban kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (6/5/2022). 

Setelah itu, lanjut MP, dia melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT/RW karena dalam rekaman terlihat jelas wajah penonton, peserta duel dan juga wasitnya. Mereka berasal dari satu kompleks perumahan di wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, tempat dirinya tinggal. 

"Beruntung sebelum dihapus oleh pemilik akun ada salah satu tetangga saya yang menyimpan salah video yang di dalamnya merekam anak saya sedang berkelahi dengan temannya. Saya menduga anak saya menjadi korban dipaksa duel oleh temannya yang lebih tua usianya, setingkat anak SMP," ujar MP menjelaskan. 


Atas kejadian ini, MP beserta orang tua di wilayahnya merasa was-was yang akan terjadi pada anaknya. Hal tersebut beralasan karena tidak hanya dipaksa duel, beberapa anak mendapatkan perlakuan kekerasan oleh teman yang lebih tua usianya tersebut. 

"Ada yang pernah disundut rokok, ada yang disuruh makan cabai, namun anak saya dan teman-temannya ketika ditanya mereka semua pada tutup mulut seperti ada ancaman. Malahan ada salah satu anak di sini yang mengalami traumatik, tidak mau sekolah dan tidak mau tinggal di sini, akhirnya pindah dan tinggal bersama kerabatnya," ujar MP. 


Sementara itu Kapolsek Cibeureum, AKP Suwaji saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan bahwa saat ini orang tua korban sudah diantar ke Unit PPA Polres Sukabumi Kota untuk melaporkan kejadian ini. 

"Untuk kasus kekerasan anak dan perempuan kasusnya dilimpahkan ke Unit PPA, pihak polsek tidak ada kewenangan untuk menanganinya, sekarang sudah diantar Babinmas untuk melapor ke Polres Sukabumi Kota," ujar Suwaji. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: