Unggah Status Hinaan kepada Guru, Pemilik Akun Facebook Dede Iskandar Minta Maaf

Ii Solihin ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 10:53 WIB
Unggah Status Hinaan kepada Guru, Pemilik Akun Facebook Dede Iskandar Minta Maaf
Para guru berusaha meraih pelaku pengunggah status hinaan saat akan dibawa ke kantor polisi. (Foto: iNews/Ii Solihin)

GARUT, iNews.id - Sebuah unggahan sebuah akun Facebook atas nama Dede Iskandar memantik emosi para guru di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar). Dalam unggahannya, Dede menyebut jika guru menerima gaji buta selama pandemi Covid-19.

Merasa dihina oleh akun tersebut, ratusan guru dari berbagai daerah di Jabar mendatangi kantor PGRI Garut, Selasa (28/7/2020). Pemilik akun Facebook, Dede Iskandar juga memenuhi panggilan pengurus PGRI untuk dimintai klarifikasi.

Selain ingin mendengar langsung klarifikasi Dede Iskandar, ratusan guru juga mendesak agar pengurus PGRI mengusut tuntas kasus ini.

Sebelumnya, dengan menggunakan Bahasa Sunda, Dede Iskandar menulis status yang intinya jika saat ini negara memberi gaji buta kepada guru. Hal ini lantaran sekolah sedang diliburkan. Menurutnya, guju juga tidak perlu digaji agar ikut merasakan kelaparan.

Unggahan tersebut kini sudah tidak ditemukan lagi dalam akun Facebooknya. Bahkan akunnya juga tak ditemukan. Namun demikian, tangkapan layar status itu telah menyebar di masyarakat.

Salah seorang perwakilan guru, Asep Sopian mengaku tak terima dengan unggahan pelaku. Dia menyebut jika unggahan itu tak berdasar.

Selama ini, para guru juga memberi pelajaran secara daring ke siswa. Bahkan guru juga harus berpikir untuk membuat materi pelajaran agar dapat disampaikan secara daring.

“Kami prihatin dengan unggahan pelaku yang meresahkan guru di seluruh Indonesia,” katanya.

Asep mengatakan, pelaku harus meminta maaf secara terbuka di depan media. Dia berharap, upaya hukum kepada pelaku ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar berhati-hati dalam mengunggah sesuatu di media sosial.

Sementara itu Ketua PGRI Garut, Mahdar Suhendar mengatakan, para guru merasa terhina dengan unggahan Dede Iskandar. Awalnya PGRI akan memediasi Dede Iskandar dengan perwakilan guru, namun banyaknya massa guru membuat mediasi di gedung PGRI Garut itu urung dilaksanakan.

“Pada hari Sabtu pekan lalu, kakak pelaku datang untuk meminta maaf. Hari ini pelaku meminta maaf, tapi tidak menggugurkan proses hukum,” katanya.

Meski permintaan maaf dari Dede Iskandar diterima, namun prosen hukum tetap berjalan. Para guru sepakat untuk memproses kasus ini ke jalur hokum.

Usai mengklarifikasi perbutannya, Dede Iskandar segera diamankan ke Mapolres Garut untuk diproses secara hukum. Dalam perjalanan dari gedung PGRI menuju mobil, massa guru berusaha menganiaya pelaku lantaran kesal. Beruntung pelaku berhasil diamankan ke dalam mobil.


Editor : Umaya Khusniah