get app
inews
Aa Text
Read Next : Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021, Ini Wilayah yang Dapat Menyaksikan Fenomena Super Blood Moon 

Umat Islam Jangan Sikapi Mistis Super Blood Moon, Lebih Baik Salat Gerhana

Rabu, 26 Mei 2021 - 15:23:00 WIB
Umat Islam Jangan Sikapi Mistis Super Blood Moon, Lebih Baik Salat Gerhana
Fenomena alam super blood moon. (Foto: iNews.id)

BANDUNG, iNews.id - Umat Islam di Kota Bandung diimbau malaksanakan salat gerhana saat terjadi gerhana bulan total atau super blood moon pada Rabu, (26/5/2021) sore ini. Fenomena alam ini diminta tidak disikapi secara mistis

Ketua Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kota Bandung Maftuh Kholil mengatakan, gerhana, baik matahari maupun bulan, adalah termasuk salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT. 

Hal ini sebagai wujud bahwa alam semesta ada yang mengatur dan teratur dengan baik. "Saat terjadi gerhana, terdapat hal yang disunahkan, yaitu salat gerhana disertai khutbah, membaca takbir, dan bersedekah," kata Maftuh Kholil dalam pernyataan resmi, Rabu (26/5/2021). 

Menurut Maftuh, gerhana baik matahari maupun bulan, bukanlah termasuk fenomena mistis yang harus ditakuti. Namun gerhana adalah fenomena alam. Di mana, posisi matahari, bumi, dan bulan dalam satu garis lurus. 

Saat itu, ujar Maftuh, cahaya matahari terhalang oleh bumi, sehingga bulan menjadi gelap. BHR Kota Bandung menghimbau kepada para pengurus BHR, para Kepala KUA kecamatan se-Kota Bandung, para ketua MUI Kecamatan se-Kota Bandung, para ketua DKM se-Kota Bandung dan seluruh ulama se-Kota Bandung, untuk dapat memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang proses terjadinya gerhana bulan secara ilmiah.

"Edukasi dilakukan baik dengan cara melakukan pengamatan, maupun dengan melaksanakan shalat gerhana dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19," ujar Maftuh

Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan fenomena alam lain saat terjadinya gerhana bulan total atau super blood moon pada Rabu (26/5/2021) sore. Salah satunya potensi gelombang tinggi di pantai.

"Memang kalau efek dari gerhana bulan total tidak ada yang signifikan. Salah satu yang hanya berpengaruh terhadap kenaikan pasang air laut yang biasa terjadi saat bulan purnama," kata Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu, Selasa (25/5/2021).

Oleh karenanya, kata dia, BMKG mengimbau masyarakat yang berada di pesisir atau pinggir laut (pantai) untuk mewaspadai terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari pasang normalnya.

Sementara itu, berdasarkan perkiraan BMKG, akan terjadi gelombang di perairan Jawa Barat, tanggal 26 Mei 2021. Di mana di perairan sebelah Utara Jawa Barat diprediksi akan tejadi gelombang 0,50 hingga 1,5 meter. Sementara di perairan sebelah selatan Jawa Barat gelombang laut sekitar 3,50 meter – 5,00 meter.

Diberitakan sebelumnya, seluruh proses gerhana yang terjadi sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik. Namun, untuk gerhana total hanya akan berlangsung selama 18 menit 44 detik.

Menurut dia, masyarakat bisa melihat gerhana bulan setelah malam tiba. Di mana, prosesnya bisa dilihat mulai pukul 18.00 WIB. Secara lengkap, berikut fasenya:

1. Fase Awal Gerhana Bulan Total (U2) Pukul 18.09.21 WIB. 

2. Fase Puncak Gerhana Bulan Pukul 18.18.43 WIB.

3. Fase Gerhana Bulan Total Berakhir (U3) Pukul 18.28.05 WIB.

4. Fase Gerhana Bulan Sebagian Berakhir (U4) : Pukul 19.52.48 WIB.

5. Fase Gerhana Bulan Berakhir (P4) Pukul 20.51.14 WIB.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut