Tukang Jagal Tewas di Atas Hewan Kurban, Keluarga Ungkap Riwayat Penyakit Korban

Asep Juhariyono ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 22:30 WIB
Tukang Jagal Tewas di Atas Hewan Kurban, Keluarga Ungkap Riwayat Penyakit Korban
Korban dievakuasi warga setempat setelah tiba-tiba ambruk sebelum menyembelih hewan kurban di Kampung Gunung Dongkol, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya, Jumat (31/7/2020). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga almarhum Epin Sutisna (50) warga Gunung Dongkol, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Jawa Barat (Jabar). Tukang jagal itu meninggal saat akan menyembelih hewan kurban kambing, Jumat (31/7/2020).

Kematian korban membuat kedua anaknya, Salma (16) dan Mulki (7), serta kakak korban Aan (60), masih merasa tidak percaya. Sebab, korban sudah bisa beraktivitas setelah sempat sakit dan dibawa ke dokter yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Epin dikenal sering berpartisipasi menyembelih hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha. Tahun ini, Epin dipercaya kembali untuk menyembelih satu ekor sapi dan tiga ekor domba oleh warga kampung. Apalagi, saat rapat, korban juga menyatakan sudah sehat dari sakitnya.

Menurut pengakuan kakak korban, Aan, adiknya memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan lambung. Epin sempat dibawa ke dua dokter yang berbeda saat sakit.

“Dia punya penyakit darah tinggi dan lambung dan beberapa hari sebelumnya sempat dibawa ke dua dokter yang berada di sekitar tempat tinggalnya,” kata Aan saat ditemui di rumah duka di Kampung Gunung Dongkol, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

“Tahu bahwa adiknya punya penyakit darah tinggi dan lambung berdasarkan hasil pemeriksaan dokter,” kata Aan.

Namun Aan tak menyangka adiknya itu akan pergi secepat ini. Korban selama ini tinggal di rumah sangat sederhana yang terbuat dari bilik bambu bersama kedua anaknya, setelah sang istri meninggal dunia.

“Tidak menyangka, dia meninggal mendadak seperti itu,” ujarnya. Meski begitu, pihak keluarga menerima dengan lapang dada dan meyakini kematian Epin memang sudah takdir Allah SWT.

Epin meninggal mendadak saat akan menyembelih seekor domba kurban di lokasi tanah lapang tak jauh dari masjid. Disaksikan puluhan warga, Epin sudah bersiap di depan domba kedua yang akan disembelihnya. Namun, sebelum menyembelih hewan kurban itu, Epin ambruk menimpa tubuh domba.

Warga yang terkejut dan panik melihat kejadian itu, berupaya mengangkat tubuh Epin. Warga melihat Epin sudah tak sadarkan diri. Saat diperiksa, ternyata sudah meninggal di lokasi.

Untuk lebih memastikan kondisinya, warga membawa Epin ke IGD RSUD Dokter Soekardjo. Dokter yang memeriksa akhirnya memastikan Epin sudah meninggal dunia. Video detik-detik saat korban ambruk direkam warga dan langsung viral di media sosial.


Editor : Maria Christina