Tragis, Bocah 9 Tahun di Bekasi Tewas Diserang Tawon Vespa saat Bermain

Didit Junaidi ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:52:00 WIB
Tragis, Bocah 9 Tahun di Bekasi Tewas Diserang Tawon Vespa saat Bermain
Abdul Syarif menceritakan kronologi anaknya meninggal setelah diserang tawon di Kabupaten Bekasi, Jabar, Kamis (6/10/2020). (Foto: iNews/ Didit Junaidi)

BANDUNG, iNews.id – Seorang bocah sembilan tahun di Kampung Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tewas setelah disengat tawon vespa. Siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) itu sempat dirawat di klinik terdekat, namun nyawanya tak tertolong.

Korban bernama Raisa Abi Dzikri meninggal dunia setelah tubuhnya diserang ratusan tawon saat bermain di bawah pohon di persawahan, bersama temannya, Rabu (8/10/2020). Diduga racun tawon jenis vespa itu sudah sempat menyebar di tubuh putra pasangan Abdul Syarif dan Sufiati sehingga gagal diselamatkan.

Ayah korban, Abdul Syarif mengatakan, saat kejadian, Raisa bermain dengan tiga orang temannya di persawahan. Di dekat mereka bermain, ada sarang tawon. Diduga Raisa iseng saat melihat sarang tawon sehingga serangga itu langsung keluar dari sarang dan mengejarnya.

“Dari empat orang bermain, anak saya yang paling belakang dan diuber. Temannya teriak supaya dia masuk ke tempat buat nyiram sayuran, tapi kan itu enggak dalam. Dia langsung disengat, banyak, di kepala aja banyak,” kata Abdul Syarif, Kamis (8/10/2020).

Setelah disengat tawon, anaknya sempat dirawat di klinik terdekat dan diberi peredam nyeri. Anak kedua dari tiga bersaudara itu juga sudah dibawa ke rumah. Namun, selang beberapa jam, putranya meninggal dunia.

“Habis dari klinik dibawa ke rumah. Dia makan, minum air kelapa, dan susu. Dia muntah dan BAB. Malamnya tidur dan enggak panas sama sekali. Dia memang enggak pernah mengeluh walaupun masih kecil,” katanya.

Sekretaris Kelurahan Bahagia Mawardi mengatakan, setelah bocah sembilan tahun itu meninggal, petugas kelurahan setempat bersama petugas pemadam kebakaran telah mengevakuasi sarang tawon dari atas pepohonan. Langkah itu dilakukan untuk mengevakuasi kejadian serupa.

“Kami dapat laporan dari warga dan petugas langsung evakuasi dua sarang tawon. Salah satunya di belakang rumah warga yang kondisinya lebih membahayakan. Itu beratnya seperti ember berisi 20 liter,” kata Mawardi.

Kejadian sengatan tawon hingga mengakibatkan kematian terhadap anak-anak itu menjadi perhatian banyak warga. Mawardi meminta masyarakat memperketat pengawasan bagi anaknya jika bermain di luar rumah.


Editor : Maria Christina