Ratusan Demonstran yang Diamankan Polrestabes Bandung Rapid Test, 13 Reaktif Covid-19

Agus Warsudi, Sindonews ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:06:00 WIB
Ratusan Demonstran yang Diamankan Polrestabes Bandung Rapid Test, 13 Reaktif Covid-19
Para pendemo yang diamankan menjalani rapid test di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). (Foto: SINDOnews/Agus Warsudi)

BANDUNG, iNews.id - Ratusan demonstran yang diamankan Polrestabes Bandung menjalani rapid test di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/10/2020). Hasilnya, 13 orang di antaranya reaktif virus Corona.

Wakil Kapolrestabes Bandung AKBP Yade S Ujung mengatakan, Polrestabes Bandung akan menindaklanjuti hasil tes cepat terhadap 13 orang reaktif tersebut dengan tes swab di RS Bhayangkara Sartika Asih. Jika dinyatakan positif terpapar Covid-19, ke-13 pendemo itu bakal diisolasi.

"Sementara terhadap 196 orang lainnya diberi pembinaan di Makosat Sabhara Polrestabes Bandung, Jalan A Yani. Mereka diberi pengarahan agar tidak melakukan tindakan anarkistis saat unjuk rasa," kata Wakapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020).

Yade mengatakan, ke-209 pengunjuk rasa itu diamankan polisi pascaricuh di depan Gedung DPRD Jabar pada Selasa dan Rabu (6-7/10/2020). Mereka diamankan karena diduga melakukan tindak anarkistis, seperti melempari petugas dengan batu, bom molotov, dan benda keras lainnya, serta merusak fasilitas umum.

Rapid test dilakukan karena Kota Bandung berada di zona merah penyebaran Covid-19 sehingga menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat. Sementara, para pengunjuk rasa dari kalangan mahasiswa dan buruh sebagian besar tidak menerapkan protokol kesehatan minimal.

Tak sedikit di antara pendemo tidak mengenakan masker. Padahal, Polrestabes BAndung telah mengirimkan surat imbauan agar pengunjuk rasa mematuhi protokol kesehatan.

"Bayangkan, jika 13 orang ini betul-betul positif (terpapar Covid-19). Kemarin mereka unjuk rasa, semacam multi level marketing akan menularkan ke banyak orang," ujar AKBP Yade.

Seperti diberitakan sebelumnya, gelombang aksi unjuk rasa di Kota Bandung pada hari kedua, Rabu (7/10/2020) kembali berujung ricuh. Kericuhan terjadi diduga karena massa memprovokasi petugas dengan lemparan benda keras.

Mereka juga merangsek dan mendorong barikade aparat dari Polrestabes Bandung dan Kodim 0618/BS Kota Bandung yang berjaga. Para pengunjuk rasa ingin masuk ke dalam Gedung DRPD Jabar, Jalan Soekarno-Hatta.

Sebagian massa mahasiswa mengenakan jaket almamater perguruang tinggi masing-masing. Namun terlihat pula, tak sedikit dari pengunjuk rasa tersebut mengenakan pakaian serba hitam. Kelompok pemuda berpakaian hitam itu tampak lebih berani memprovokasi petugas. "Buka pintunya sekarang juga," teriak kelompok pemuda berpakaian hitam.

"Hati-hati, hati-hati, hati-hati provokasi," kata massa mahasiswa yang lain.

Berdasarkan pantauan, situasi memanas sekitar pukul 17.00 WIB. Terjadi pelemparan batu yang dilakukan oleh oknum massa berpakaian serba hitam ke arah Gedung DPRD Jabar. Tak hanya itu, mereka merusak pagar Gedung DPRD Provinsi Jabar.

Editor : Maria Christina