TPA Sarimukti KBB Overload, Antisipasi Mitigasi Bencana Harus Disiapkan

Adi Haryanto · Selasa, 20 Juli 2021 - 20:06:00 WIB
TPA Sarimukti KBB Overload, Antisipasi Mitigasi Bencana Harus Disiapkan
TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, KBB, yang saat ini kapasitasnya overload harus diantisipasi, salah satunya dengan mitigasi bencana. (Foto: Dok.MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Mitigasi bencana harus dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Langkah mitigasi itu sebagai antisipasi atas kapasitas sampah di TPA tersebut yang sudah overload.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Anugrah menilai mitigasi bencana harus dilakukan segera. Jika upaya tersebut tidak dilakukan pihaknya khawatir kejadian longsor tumpukan sampah seperti di TPA Leuwigajah, Kota Cimahi terjadi juga di TPA Sarimukti.

"Untuk antisipasi terjadinya longsor sampah di TPA Sarimukti, sudah seharusnya ada langkah pencegahan yang dilakukan pihak terkait supaya bencana tidak terjadi," ucapnya, Selasa (20/7/2021).

Selain itu, untuk antisipasi bencana longsor sampah di TPA Sarimukti, pihak terkait juga harus segera menangani dampak lingkungan yang sudah terjadi, maupun yang akan terjadi kedepannya.

Terlebih sarana dan prasarana di TPA Sarimukti itu hingga saat ini belum memadai, termasuk akses jalan untuk truk sampah. Untuk itu, pihaknya meminta Pemprov Jabar segera memperbaiki jalan itu agar pengangkutan sampah bisa lancar.

"Sekarang banyak truk-truk yang tergelincir karena aksesnya tidak lancar, terutama saat musim penghujan. Jadi pengangkutan juga terhambat," kata dia. 

Menurutnya, dengan adanya masalah itu kerap terjadi antrean truk sampah yang akan masuk ke TPA Sarimukti. Sehingga hal ini juga harus segera ditangani agar pengangkutan sampah tetap normal. Solusinya jangka pendek paling harus mengurangi sampah dari setiap wilayah agar kendala tersebut bisa diminimalisasi. 

Sementara terkait rencana penutupan TPA Sarimukti pada tahun 2023, pihaknya harus segera menyediakan lahan sendiri yang rencananya tetap di sekitar TPA Sarimukti karena masyarakat di sana sudah terbiasa dengan adanya TPA.

"Harus ada TPA pengganti di sekitar situ juga, sejauh ini warga Sarimukti kan sudah terbiasa jadi resistensinya tidak akan besar," katanya. 

Editor : Asep Supiandi