TKI asal Lembang Terlunta-lunta di Malaysia, Ini yang Ditempuh Disnaker KBB

Adi Haryanto · Jumat, 18 Juni 2021 - 18:38:00 WIB
TKI asal Lembang Terlunta-lunta di Malaysia, Ini yang Ditempuh Disnaker KBB
Disnaker KBB sedang mengupayakan pemulangan TKI asal Lembang yang nasibnya terlunta-lunta di Malaysia. (Foto: Dok.MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sedang berupaya memulangkan seorang TKI asal Kecamatan Lembang. TKI bernama Endik Sopandi tersebut, diduga menjadi korban penipuan jasa pengiriman TKI ilegal.

Kini nasib TKI itu pun dikabarkan terlunta-lunta di Malaysia dan ingin pulang ke Indonesia. 

"Kami sedang berkoordinasi dengan KBRI yang ada di Malaysia. Bagaimanapun itu warga KBB, sehingga akan kita coba pulangkan," kata Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB, Sutrisno, Jumat (18/6/2021).

Sutrisno menyebutkan, Endik tercatat sebagai warga Kampung Gamlok, RT 06/07, Desa Cikole, Kecamatan Lembang. Dia dipastikan menjadi korban penipuan agen penyalur TKI ilegal. Saat berangkat diminta bayar Rp6 juta dan ketika sudah kerja harus bayar 36 ringgit untuk agen.

Tidak hanya itu, supaya memenuhi kewajibannya dan tidak kabur, dokumen surat izin kerja atau bukti kependudukan berupa paspor milik Endik juga ditahan sang agen. Akibatnya saat ini dia tidak memiliki identitas sama sekali di Malaysia sehingga dicap sebagai TKI ilegal. 

"Dia sekarang di Malaysia tanpa paspor, dan itu ilegal. Ditanya agen atau sponsornya juga, tidak tau," ujarnya.  

Pihaknya kini sudah mengajukan surat permohonan dan pengumpulan dokumen yang bersangkutan termasuk berkoordinasi dengan KBRI di Malaysia. "Semoga saja pengurusan dokumennya cepat beres sehingga bisa pulang lagi ke kampung halannya," kata Sutrisno. 

Sementara Wawang Supriatin (53) istri Endik Sopandi, menceritakan jika kondisi suaminya di Malaysia saat ini terlunta-lunta. Sejak berangkat ke Malaysia, dia hanya sesekali mengirim uang karena kehidupannya di sana cukup sulit. Komunikasi yang dilakukan juga dengan menggunakan ponsel milik kerabatnya di Malaysia. 

"Saya berharap ada yang menolong suami pulang. Biaya pulang kan gak ada, tapi suami pengen pulang kumpul lagi dengan keluarga," tuturnya.

Editor : Asep Supiandi