Teror Terhadap Ulama, Keluarga Besar Persis Serukan Perlawanan

Yogi Pasha ยท Sabtu, 24 Februari 2018 - 16:29 WIB
Teror Terhadap Ulama, Keluarga Besar Persis Serukan Perlawanan
Warga Persis yang hadir dalam Silaturahmi Akbar di Lapangan Monumen Perjuangan (Monju), Kota Bandung, Sabtu (24/2/2018). (Foto:iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Keluarga besar Persatuan Islam (Persis) dari berbagai daerah di Indonesia menyerukan perlawanan terhadap aksi teror kepada ulama. Seruan tersebut terlontar dalam orasi silaturahmi akbar keluarga besar Persis di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (24/2/2018).

Seruan perlawanan terhadap aksi teror kepada pemuka agama terdengar dari atas panggung. Salah seorang orator mengingatkan peristiwa yang menimpa salah seorang keluarga Persis Ustaz Prawoto. Setelah dianiaya tetangganya yang diduga mengalami gangguan jiwa Ustaz Prawoto meninggal dunia.

"Kesedihan kami yang dibunuh dengan tidak ada hati nurani adalah ustaz kami (Prawoto). Kami tidak rela, lawan," kata salah seorang orator.

Dia juga mengatakan, silaturahmi akbar ini menjadi momentum persatuan Persis. Dengan suara lantang, kata dia, mengajak seluruh jemaah Persis untuk tidak takut terhadap isu-isu penyerangan tokoh agama yang terjadi.


"Kami harus merapatkan barisan, solid. Kami bersama-sama menyerukan kami tidak takut," ucapnya yang kemudian disambut sorak ribuan keluarga besar Persis yang hadir.

Tampak keluarga besar Persis datang dari berbagai daerah. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, perempuan, dan laki-laki tumpah ruah di Monumen Perjuangan. Mereka tampak antusias mengikuti acara silaturahmi akbar tersebut.

Bahkan, dari sebagian peserta terlihat membawa spanduk yang menggambarkan almarhum Komandan Brigade Persis Prawoto. Mereka menilai aksi ini sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang meninggal dunia karena dianiaya oleh seseorang yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Kegiatan silaturahmi ini dihadiri juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.


Editor : Achmad Syukron Fadillah