Tarian Erotis di Garut Culture Fest Tuai Kecaman, Wabup Helmi: Saya Menyayangkan

Antara ยท Kamis, 19 Maret 2020 - 19:18 WIB
Tarian Erotis di Garut Culture Fest Tuai Kecaman, Wabup Helmi: Saya Menyayangkan
Garut Culture Fest yang digelar memperingati Hari Jadi Kabupaten Garut dinodai tarian erotis. (Foto: Antara)

GARUT, iNews.idTarian erotis di Garut Culture Fest yang digelar di Lapangan Ciateul, Kabupaten Garut menuai kecaman masyarakat. Mereka juga menyesalkan tarian yang menampilkan beberapa perempuan berpakaian minim saat kondisi darurat wabah Covid-19.

Kekecewaan itu disampaikan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman. Dia menilai tarian erotis tidak perlu dipertontonkan, karena tidak sesuai dengan visi misi Kabupaten Garut sebagai Kota Agamais.

“Kabupaten Garut punya visi kita takwa, bagaimana membangun moralitas membangun akhlakul karimah," katanya, Kamis (19/3/2020).

Helmi menyatakan akan memanggil panitia penyelenggara untuk menanyakan terkait acara tersebut, agar ke depan tidak ada lagi muncul kasus serupa di Garut, apalagi Garut memiliki sebutan sebagai Kota Santri.

"Saya menyayangkan supaya tidak terjadi lagi seperti itu, apalagi ini daerah Kota Santri," katanya.

Kekecewaan juga diungkapkan warga Garut, Nur Badhi. Dia menuturkan, acara Garut Culture Fest itu berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (14-15/3) yang salah satunya dimeriahkan dengan tampilan tarian erotis, kemudian ramai diperbincangkan di media sosial termasuk di sejumlah grup whatsapp warga Garut.

Nur yang menyaksikan langsung peristiwa itu merasa tidak pantas tarian yang terkesan erotis itu dipertontonkan secara terbuka pada siang hari dan disaksikan banyak pengunjung. "Banyak penonton yang melihat tarian itu. saya menyayangkan adanya kegiatan seperti itu di panggung," kata Nur Badhi.

Warga Garut lainnya, Aceng juga menyesalkan adanya tarian erotis dalam acara rangkaian Hari Jadi Garut yang dipertontonkan secara terbuka dalam kondisi saat ini sedang darurat wabah Covid-19.

Seharusnya, kata dia, kegiatan yang mempertontonkan tarian erotis itu tidak perlu ditampilkan di depan umum, karena akan banyak orang yang menilai negatif terhadap acara tersebut. "Ya, seharusnya jangan ditampilkan, apalagi sedang darurat wabah korona," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki