Tanda Menyerah, Giliran Pengusaha Kafe dan Restoran Bandung Kibarkan Bendera Putih

Arif Budianto · Rabu, 28 Juli 2021 - 15:06:00 WIB
Tanda Menyerah, Giliran Pengusaha Kafe dan Restoran Bandung Kibarkan Bendera Putih
Salah satu kafe di Kota Bandung mengibarkan bendera putih sebagai protes dilakukannya PPKM level 4. (Foto: iNews.id/Arif Budianto)

BANDUNG, iNews.id - Lagi, pengibaran bendera putih tanda menyerah kembali terjadi di Kota Bandung. Kali ini dilakukan pengusaha yang  tergabung dalam Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Kota Bandung sebagai bentuk keprihatinan usaha mereka selama ditetapkan PPKM level 4. 

Ketua Harian AKAR Gan Bonddilie, mengatakan, pengibaran bendera putih bakal dilakukan selama dua hari hingga besok. Tercatat ada sekitar 600 restoran dan 500 hotel yang menyatakan siap bergabung melakukan aksi ini. 

"Tak hanya di Bandung, aksi ini juga dilakukan di Jabar. Ini adalah sebagai tanda protes kami kepada pemerintah yang tidak peduli terhadap kita. Aksi ini juga merupakan aksi solidaritas, di mana teman-teman kita di Garut sudah melakukan hal yang sama," kata dia, Rabu (28/7/2021).

Menurut dia, perwal PPKM tidak berpihak kepada pengusaha. Karena secara aturan kafe dan restoran itu sudah melakukan yang dianjurkan oleh pemerintah, mulai dari protokol kesehatan yang sangat ketat. Seperti dibuatkannya tempat cuci tangan, penyediaan handsanitizer, pengecekan suhu tubuh kepada pelanggan dengan sangat baik hingga jarak dan kapasitas yang dibatasi.

"Apakah warung makan PKL melakukannya dengan baik, tidak kan? Bahkan untuk tempat cuci piring mereka tidak proper, dan juga ada yang masih mencuci dalam satu baskom. Aturan ini yang kami kritik," katanya. 

Pihaknya menyayangkan telah membeli alat-alat pencegahan penyebaran covid sampai mengeluarkan dana belasan juta. Tapi kenyataannya tidak bisa dine in. Minimal bisa 50 persen dine in.

Untuk vaksinasi sendiri, kata dia, pihaknya sudah melaksanakan hampir 15.000 Karyawan. Pihaknya juga sudah melakukan semua aturan yang dibuat oleh pemerinta kota Bandung dalam pencegahan covid ini. 

"Tapi bukan berarti kita ingin diperlakukan sama, seharusnya apa yang sudah kita lakukan, pemerintah juga peduli terhadap kita, apa iya sekarang pajak dikurangi, tidak, jika pun ada subsidi yang 1,2 juta untuk UMKM yang kita dapat atau dari hibah yang lainnya, itu sangat kecil sekali. karyawan kita yang mendapatkannya bisa dihitung, tidak sampai 5 persen," ucap dia. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: