Tak Hanya Jakarta, Pakar ITB Ungkap 112 Kabupaten Kota Berisiko Tenggelam

Donald Karouw ยท Sabtu, 31 Juli 2021 - 15:22:00 WIB
Tak Hanya Jakarta, Pakar ITB Ungkap 112 Kabupaten Kota Berisiko Tenggelam
Suasana saat banjir di Kota Jakarta. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pakar Institut Teknologi Bandung (ITB) mengingatkan bukan hanya Kota Jakarta dan sejumlah kota di Jawa Tengah (Jateng) yang berpotensi tenggelam akibat dampak perubahan iklim. Hasil riset menunjukkan, sejauh ini ada 112 kabupaten/kota yang berisiko untuk tenggelam. 

Menurut Ketua Lembaga Riset Kebencanaan Ikatan Alumni ITB (IA-ITB), Heri Andreas, potensi tenggelamnya 112 kabupaten/kota di Indonesia itu terlihat jelas dari data-data pengukuran. 

"Potensinya sudah jelas dari data-data pengukuran," kata Heri Andreas yang juga Ketua Laboratorium Geodesi ITB, Sabtu (31/7/2021).

Kabar baiknya, potensi tenggelam itu masih bisa dicegah. Pemerintah belum terlambat untuk mengantisipasi ke-112 kabupaten/kota tenggelam. Karena itu, pemerintah diharapkan mulai memberikan perhatian khusus untuk mencegah prediksi itu terjadi.

"Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB juga memprioritaskan risetnya untuk wilayah-wilayah yang berpotensi tenggelam tersebut. Belumlah terlambat untuk mencegah tenggelamnya wilayah-wilayah ini termasuk Jakarta," katanya.

Meski tidak menyebutkan secara terperinci daerah-daerah yang berpotensi tenggelam, Heri Andreas mengatakan, beberapa di antaranya di wilayah Jawa Tengah (Jateng) seperti wilayah Kota Pekalongan, Semarang dan wilayah Pesisir Demak. Saat ini laju penurunan tanah di wilayah-wilayah ini lebih besar dari Jakarta. 

"Area-area yang berada di bawah laut lebih luas dari Jakarta," kata Heri Andreas. 

Menurut Heri, jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik dalam 10 tahun ke depan, maka wilayah ini diprediksi akan tenggelam. Potensinya lebih pasti dibandingkan Kota Jakarta. 

"Dalam 10 tahun ke  depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta," katanya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2