Soal Peretasan Website KPU, Kapolda Jabar: Staf Juga Dapat Teror

Yogi Pasha ยท Senin, 02 Juli 2018 - 18:54:00 WIB
Soal Peretasan Website KPU, Kapolda Jabar: Staf Juga Dapat Teror
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Situs website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) tak hanya diretas oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, sejumlah staf KPU yang bertugas di bidang divisi data ternyata juga dapat teror. Hal itu ungkap langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

"Peretas bukan hanya menyerang situs website KPU, namun juga meneror staf yang mengelola di bagian divisi data. Bukan hanya di Jabar, ternyata teror juga dialami teman-teman di seluruh Indonesia," kata Kapolda seusai tabur bunga di Pusara Veteran Polri, Senin (2/7/2018).

Dia mengaku telah mendapat instruksi untuk segera membuat cadangan data dan memulihkan situs website KPU yang beberapa hari terakhir diserang. Termasuk juga memantau grup media sosial (medsos) yang beredar. "Tadi saya dapat intruksi, intinya akan recovery dan bersih-bersih. Kami juga akan menonaktifkan grup-grup WA (Whatapps). Selain pemulihan sistem, nantinya juga akan dibuat grup baru,” ujarnya.


Agung mengungkapkan, serangan yang dilakukan peretas ini tidak mengganggu jalannya sistem website KPU. Peretas hanya mengganggu bagian kecil sehingga situsnya tidak bisa bekerja optimal.

Dia menyebutkan, Polri bersama KPU akan segera memperbaiki situs yang beberapa hari terakhir terganggu akibat peretasan. Sebab, keberadaan situs tersebut sangat penting dan dinantikan masyarakat yang ingin mengakses informasi semudah dan secepat mungkin.

"Sedang diupayakan, insya Allah diaktifkan kembali karena akses informasi ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Diketahui, peretasan terhadap laman KPU Jabar beberapa waktu lalu sempat menghebohkan publik. Insiden itu terjadi bertepatan pada hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2018, Rabu (27/6/2018). Saat peretasan, data daftar hasil perhitungan suara cepat Pilkada 2018 sempat berhenti bergerak dan situs tidak mampu bekerja secara optimal.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: