Selama Pandemi, Angka Stunting di Indonesia Justru Turun Jadi 24 Persen
Menurut dia, Indonesia memiliki bonus demografi yang cukup tinggi. Namun, potensi ini akan menjadi bencana jika pengetahuan mereka atas stunting minim. Sehingga mereka cenderung melakukan pernikahan muda hingga putus sekolah.
"Padahal mereka yang menentukan masa depan kita. Kalau bonus demografi ini putus sekolah, hamil muda, maka angka stunting juga akan tinggi," ujarnya.
Hasto menurutkan, edukasi tentang stunting perlu terus dilakukan kepada masyarakat. Dengan edukasi, mereka bisa mengerti bagaimana mencegahnya. Menurut dia, stunting itu pendek, tapi pendek belum tentu stunting.
"Penyebab stunting itu di antaranya selalu sakit-sakitan, kurang makan, dan cara pengasuhan kurang bagus. Stunting belum tentu keturunan tapi bisa disebabkan oleh lingkungan," tutur Hasto Wardoyo.
Editor: Agus Warsudi