Secapa AD Jadi Klaster Covid-19, KSAD Andika: Tidak Ada yang Kami Tutupi

Tim iNews ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 17:00 WIB
Secapa AD Jadi Klaster Covid-19, KSAD Andika: Tidak Ada yang Kami Tutupi
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa di Secapa AD. (Foto Ist).

JAKARTA, iNews.id – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan tidak ada yang ditutup-tutupi dalam kasus penyebaran virus corona di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung, Jawa Barat. Menurut Jenderal Andika, semua orang berpotensi terkena virus Covid-19.

“Tidak ada yang kami tutup-tutupi, semua berpotensi tertular,” katanya saat mendatangi Kompleks Secapa AD yang menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19 di Kota Bandung, Sabtu (11/7/2020).

Jenderal Andika mengatakan, TNI AD sudah meminta rumah sakit untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menangani dan memutuskan apakah pasien masuk ODP, OTG atau PDP Covid-19. Menurut Andika, hal itu penting agar penanganan pasien bisa optimal.

“Kami memang menyadari kekurangan di tempat kami. Kami juga menyadari belum ditemukannya vaksin ini bagaimana rumah sakit bisa cepat menangani dan memutuskan apakah pasien itu ODP, OTG atau PDP dengan cara mengoptimalkan laboratorium,” katanya dalam live streaming YouTube TNI AD di Bandung.

Jenderal Andika menegaskan, sampai saat ini, TNI AD juga terus remedy atau memperbaiki yang kurang bagus. “Tapi, karena obat atau vaksin belum ada, kami setiap hari sampai saat ini terus meningkatkan kemampuan rumah sakit-rumah sakit (menangani pasien),” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jenderal Andika meyakini siswa Sekolah Calon Perwira AD di Kota Bandung, Jawa Barat bisa sembuh. Semua siswa Secapa AD juga tidak usah khawatir dinyatakan positif virus corona. "Yang penting harus yakin kita semua bisa sembuh, yakin nggak?" ucap Andika.

Menurut Andhika, tim dokter sudah memberikan obat dan vitamin yang dibutuhkan pasien positif virus corona. Mulai antibiotik, vitamin C dan multivitamin. Semua siswa Secapa AD juga sudah mendapatkan obat melawan virus corona.


Editor : Kastolani Marzuki