Sebelum Dieksekusi Mati di Saudi, Tuti Hafal Alquran 12 Juz di Tahanan

Sindonews ยท Selasa, 30 Oktober 2018 - 17:28 WIB
Sebelum Dieksekusi Mati di Saudi, Tuti Hafal Alquran 12 Juz di Tahanan
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal (kiri). (Foto: Sindonews)

MAJALENGKA, iNews.id - Tuti Tursilawati (34), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, punya mental baja. Vonis hukuman mati oleh pengadilan Arab Saudi tidak membuat Tuti ciut nyali. Bahkan, hingga beberapa hari menjelang eksekusinya, dia sama sekali tidak memperlihatkan kondisi yang rapuh.

Setidaknya itu yang digambarkan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal saat berkunjung ke rumah keluarga Tuti di Majalengka, Selasa (30/10/2018). Menurutnya, Tuti merupakan pribadi yang baik dan tidak pernah membuat masalah.

"Tuti anak baik. Ibu dan bapaknya sudah berhasil mendidik Tuti menjadi anak yang baik. Satu dari sedikit yang terancam hukuman mati di Arab yang tidak punya catatan dipenjara, itu Tuti. Setiap ketemu KJRI Tuti tidak pernah mengeluh, tidak pernah menyampaikan hal-hal buruk, selalu menyampaikan bahwa kondisinya sehat," katanya

Alih-alih mengeluh, Tuti justru memanfaatkan waktu di dalam penjara untuk melaksanakan aktivitas yang lebih bermanfaat. Bahkan, dia diketahui sudah menghafal belasan juz, selama sekitar 8 tahun di dalam penjara.

"Tuti bahkan sudah menghafal 12 juz selama delapan tahun di penjara. Tanggal 19 (Oktober), satu pekan sebelum dieksekusi, Tuti masih sempat video call dengan ibunya dan bercerita tentang rencananya membuat paspor, seolah-olah akan pulang," kata dia.

Paman almarhumah, Kadar, mengaku sempat kaget dengan kabar yang menimpa keponakannya itu. Namun, dia berujar pihak keluarga mengaku sudah ikhlas melepas kepergian pahlawan devisa itu. "Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima Allah. Setelah ini, mulai nanti malam kami akan tahlilan, sampai tujuh harinya nanti," ujarnya.

Satu hal yang mengganjal, eksekusi mati terhadap Tuti dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Pemerintah Indonesia. Kementerian Luar Negeri pun akan menyampaikan protes dan keberatan terhadap hal tersebut.

Sejumlah upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan Tuti. Selain melakukan banding dan Peninjauan Kembali (PK), pemerintah juga mencoba untuk melakukan pendekatan dengan Arab Saudi. Bahkan, Presiden pun setidaknya sudah dua kali mencoba untuk menyelamatkan Tuti, dengan cara berkomunikasi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi.


Editor : Himas Puspito Putra