TKI Asal Majalengka Dieksekusi Mati di Arab Saudi Tanpa Pemberitahuan

Sindonews ยท Selasa, 30 Oktober 2018 - 16:40 WIB
TKI Asal Majalengka Dieksekusi Mati di Arab Saudi Tanpa Pemberitahuan
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal saat memberi kabar kepada pihak keluarga, Selasa (30/10/2018). (Foto: Sindonews)

MAJALENGKA, iNews.id – Kabar duka menyelimuti rumah keluarga Tuti Tursilawati, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Warga Blok Manis RT/RW 01 Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, itu dihukum mati di negara tempatnya bekerja.

Tuti dieksekusi mati setelah pada 2011 silam divonis qishos (hukuman mati) lantaran dituduh membunuh ayah majikannya. Parahnya, tidak ada notifikasi terlebih dahulu terhadap Pemerintah Indonesia terkait eksekusi ini.

"Tanggal 29 Oktober pukul 09.00 (waktu setempat) telah dimakamkan. (Tuti divonis) hukuman mati, qishos," kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal saat memberi kabar kepada pihak keluarga, Selasa (30/10/2018).

Iqbal mengatakan, pihaknya akan melakukan protes kepada Pemerintah Arab Saudi terkait tidak adanya notifikasi kepada pemerintah mengenai eksekusi ini. "Kami protes, karena kami nggak dikasih tahu (rencana eksekusi). Keluarga juga akan difasilitasi untuk bisa ziarah ke Arab Saudi," ucap dia.

Dia pun menjelaskan, Sejumlah upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan Tuti. Selain melakukan banding dan Peninjauan Kembali (PK), pemerintah juga mencoba untuk melakukan pendekatan dengan Arab Saudi.

Bahkan, Presiden pun setidaknya sudah dua kali mencoba untuk menyelamatkan Tuti, dengan cara berkomunikasi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi. Namun hal itu ternyata sia-sia. Tuti tetap dieksekusi.

Salah seorang paman Almarhumah, Kadar mengaku sempat kaget dengan kabar keponakannya itu. Namun, pihak keluarga mengaku sudah ikhlas lantaran sebelumnya sudah diberi tahu mengenai vonis yang diterima Tuti.

"Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima Allah. Setelah ini, mulai nanti malam kami akan tahlilan, sampai tujuh harinya nanti," kata Kadar.


Editor : Himas Puspito Putra