Satgas Pangan Cianjur Jamin Tak Ada Daging Sapi Dicampur Daging Babi di Pasar

Antara ยท Rabu, 13 Mei 2020 - 09:04 WIB
Satgas Pangan Cianjur Jamin Tak Ada Daging Sapi Dicampur Daging Babi di Pasar
Pedagang daging. (Foto Koran Sindo).

CIANJUR, iNews.id - Satgas Pangan Cianjur, Jawa Barat, menjamin daging sapi yang beredar di pasar aman dan halal untuk dikonsumsi. Hingga saat ini belum ada temuan dan laporan terkait daging sapi yang dicampur dengan daging babi.

Ketua Satgas Pangan Cianjur AKP Niki Ramdani mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim ke sejumlah pasar dan rumah potong untuk memastikan daging sapi yang dicampur dengan babi beredar di Cianjur.

"Stok daging sapi untuk pasar Cianjur berasal dari rumah potong yang ada di Cianjur, sehingga kecil kemungkinan ada oknum yang mencampur dengan daging lain. Namun kami tetap melakukan pengawasan ke lapangan untuk memastikan tidak ada peredaran daging sapi yang dicampur dengan babi atau celeng di Cianjur," katanya, Rabu (13/5/2020).

Kasus daging babi yang mirip daging sapi beredar di Kabupaten Bandung Barat. Polisi menangkap empat tersangka yang berperan penjual dan pengepul daging babi.

Keempat orang tersangka Paino, Tuyadi, Andri, dan Asep menjual 63 ton daging babi ke pasar tradisional di Kecamatan Banjaran, Baleedah, dan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Satgas Pangan Cianjur mengimbau pedagang dan pembeli untuk melapor jika menemukan peredaran daging yang dicampur tersebut. "Kami juga mengimbau penjual dan pembeli untuk melapor jika mendapati peredaran daging campuran tersebut, meskipun kecil kemungkinannya, karena Cianjur mendapat stok dari dalam Cianjur," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (APDAS) Cianjur Yayu Sri Rahayu menjamin daging sapi di Cianjur aman dan halal dikonsumsi serta terbebas dari daging campuran babi. Sebab rumah pemotongan untuk stok daging Cianjur berada di lokal Cianjur bukan dari luar daerah.

"Kecil kemungkinan daging beku Cianjur yang dicampur daging babi karena selama ini di Cianjur tidak menjual daging impor yang dibekukan, sehingga mudah dicampur dengan daging lain. Cianjur mendapat stok daging sapi dari beberapa rumah potong di beberapa tempat di Cianjur," katanya.

Menurut dia, warga mudah mengenali perbedaan daging sapi dengan babi yang lemaknya lebih banyak dan warna daging yang pucat, meskipun disiasati untuk mengecoh pembeli. Apalagi penjual yang sudah lama sangat tahu dengan tekstur daging yang akan mereka tawarkan.

"Sampai saat ini, kami belum mendapat laporan adanya daging yang dicampur tersebut. Meskipun saat ini tingkat pemakaian mulai meningkat. Untuk stok daging, Cianjur masih terpenuhi dari rumah potong yang ada di tingkat lokal, tidak memesan dari luar," katanya.

Berita Lain Bisa Dibaca di Sindonews.com : Angkutan Umum Kembali Beroperasi, Ridwan Kamil Khawatir Corona Merebak Lagi


Editor : Faieq Hidayat