Waspada, Daging Babi Mirip Daging Sapi Beredar di 3 Kecamatan Ini Selama 7 Bulan

Sindonews ยท Senin, 11 Mei 2020 - 17:33 WIB
Waspada, Daging Babi Mirip Daging Sapi Beredar di 3 Kecamatan Ini Selama 7 Bulan
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan menampilkan daging babi sitaan yang menyerupai daging sapi. (Foto Antara).

BANDUNG, iNews.id - Polrestabes Bandung menangkap empat orang tersangka Paino (46), Tuyadi (55), Andri Sudrajat (39) dan Asep Rahmat (38) terkait kasus penjualan daging babi selama tujuh bulan terakhir. Daging babi itu sudah beredar di sejumlah pasar di wilayah Kecamatan Banjaran, Baleedah, dan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan meminta masyarakat berhati-hati saat membeli daging karena daging babi menyerupai daging sapi telah beredar di tiga kecamatan tersebut. Para tersangka menggunakan boraks untuk mengelabui pembeli.

"Secara fisik daging babi terlihat lebih pucat, sedangkan daging sapi lebih merah. Jadi, sebelum dijual daging babi diproses dulu pakai boraks sehingga lebih merah seperti daging sapi," kata Hendra Kurniawan saat ungkap kasus di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (11/5/2020).

Tersangka Paino dan Tuyadi berperan sebagai pengepul. Sedangkan Andri dan Asep adalah pengecer daging haram tersebut. Masyarakat patut curiga bila membeli daging harganya lebih murah dibanding daging sapi umumnya.

"Mereka (keempat tersangka) sudah beroperasi selama tujuh bulan ini. Mereka mengedarkan daging babi di sejumlah pasar di tiga kecamatan, yaitu Banjaran, Baleendah, Majalaya," katanya.

Kasus tersebut terbongkar laporan masyarakat yang mencurigai daging sapi dijual dengan harga lebih murah dari umumnya. Laporan tersebut ditindaklanjuti Satreskrim Polresta Bandung dengan penyelidikan di Desa Kiangroke, Banjaran, Kabupaten Bandung.

Kemudian polisi menangkap dua pengepul dengan barang bukti 500 kilogram daging babi siap jual. Polisi juga menyita 2 unit freezer, 1 timbangan, 1 kilogram boraks, 1 mobil, 1 motor, dan 12 besi pancing untuk menggantung daging.

"Kami lakukan pengembangan dan mengamankan dua orang lain yang berperan sebagai pengecer dengan barang bukti 100 kilogram daging babi," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, Paino dan Tuyadi mendapat pasokan daging babi dari Kota Solo, Jawa Tengah. Mereka membeli dengan harga Rp45.000 per kilogram. Keduanya menjual kembali daging babi itu kepada pengecer dengan harga Rp60.000 per kilogram.

”Selanjutnya pengecer menjual daging tersebut ke masyarakat dengan harga antara Rp75.000 sampai Rp90.000 per kilogram," katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 91A Juncto Pasal 58 ayat 6 UU Nomor 41 tahun 2014, tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Pasal 62 ayat 1 Juncto Pasal 8 ayat 1 UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.


Editor : Faieq Hidayat