Ridwan Kamil Siapkan Skenario Ini agar RS Rujukan Pasien Covid-19 Tak Kolaps

Agus Warsudi · Senin, 14 Juni 2021 - 21:10:00 WIB
Ridwan Kamil Siapkan Skenario Ini agar RS Rujukan Pasien Covid-19 Tak Kolaps
Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi pernah dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 bergejala. Gedung non-RS seperti stadion akan kembali digunakan untuk menampung pasien Covid-19 di Jabar. (Foto: Dokumentasi)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menyiapkan skenario agar rumah sakit (RS) rujukan dan fasilitas pelayanan kesehatan tak kolaps seiring lonjakan kasus Covid-19 di Jabar. Pemprov Jabar berupaya menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid di setiap RS rujukan dari 20 persen menjadi 30-40 persen. 

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, saat ini, perbandingan tingkat kapasitas tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) RS rujukan Covid-19 di Jabar sudah cukup mengkhawatirkan. 

"Kita (Jabar awalnya) di 29 persen, sekarang (naik ke 65 persen). Beberapa daerah bahkan sudah mendekati 100 persen," kata Kang Emil di rumah dinas Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Senin (14/6/2021). 

Di tengah situasi darurat tersebut, ujar Kang Emil, selain menambah tempat tidur perawatan, Pemprov Jabar menyiapkan skenario lain, yakni mengaktifkan kembali gedung-gedung non-RS untuk menampung pasien Covid-19.

"Hotel dihidupkan lagi, gedung-gedung non-rumah sakit dihidupkan lagi. Kalau masih di rumah sakit, artinya kapasitas itu masih ada jadi jangan terlalu khawatir, tapi tetap waspada. Harapannya jangan sampai kita kolaps," ujar Kang Emil.

Gubernur Jabar menuturkan, pasien Covid-19 yang berjatuhan umumnya berasal dari kluster keluarga. Oleh karenanya, Kang Emil meminta warga Jabar untuk terus waspada.

"Klusternya mayoritas kluster keluarga. Jadi, walaupun tidak mudik ada kunjungan- kunjungan ke rumah-rumah itu ternyata (kasusnya) tinggi," tutur Gubernur Jabar. 

Kang Emil pun berharap, lonjakan kasus Covid-19 di Jabar dapat segera ditekan. Karenanya, dia meminta, warga Jabar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

"Semua juga sudah jenuh, semua juga sudah bosan, tapi kalau nanti terjadi kedaruratan yang dirugikan kita juga. Kita harus WFH (work from home) lagi dari rumah, mall ditutup lagi, jam operasionalnya dibataai, jalan-jalan ditutup, dan sebagainya. Kita tidak menginginkan itu jadi berkepanjangan," ucap Kang Emil.

Editor : Agus Warsudi