Ridwan Kamil Kutuk Ustaz Cabuli Belasan Santriwati di Bandung, Minta Dihukum Berat 

Agung Bakti Sarasa · Kamis, 09 Desember 2021 - 09:22:00 WIB
Ridwan Kamil Kutuk Ustaz Cabuli Belasan Santriwati di Bandung, Minta Dihukum Berat 
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (Foto: Dok)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengutuk perilaku guru sekaligus pimpinan pondok pesantren di Bandung yang mencabuli belasan santriawati. Apalagi dengan perbuatan ustaz cabul tersebut menyebabkan beberapa korban di antaranya hamil dan melahirkan. 

Kang Emil, sapaan akrannya menegaskan, pelaku harus mendapatkan hukuman berat atas perbuatan biadabnya itu. Menurutnya, pelaku kini sudah diamankan dan ditahan di rumah tahanan serta ponpes tempatnya mengajar telah ditutup.

"Semoga pengadilan bisa menghukum seberat-beratnya dengan pasal sebanyak-banyaknya kepada pelaku yang biadab dan tidak bermoral ini," kata Kang Emil dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021). 

Kang Emil memastikan bahwa seluruh korban kebiadaban pelaku telah mendapatkan pendampingam dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar. 

"Anak-anak santriwati yang menjadi korban sudah dan sedang diurus oleh tim DP3AKB Jabar untuk trauma healing dan disiapkan pola pendidikan baru sesuai hak tumbuh kembangnya," katanya. 

Berkaca pada peristiwa tersebut, Kang Emil meminta institusi pendidikan dan forum pesantren untuk memberikan perhatian khusus atas kasus seperti ini.

"Saya meminta forum institusi pendidikan, forum pesantren untuk saling mengingatkan jika ada praktik-praktik pendidikan yang di luar kewajaran," ujarnya. 

Tidak hanya itu, dia juga meminta aparat desa dan kelurahan selalu memonitor setiap kegiatan publik di wilayahnya masing-masing. 

"Kepada para orang tua, diminta rajin dan rutin memonitor situasi pendidikan anak-anaknya di sekolah berasrama, sehingga selalu up to date terkait keseharian anak-anaknya. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan keadilan bisa dihadirkan oleh pengadilan kepada kasus ini," katanya. 

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: