Ridwan Kamil Hibahkan Satu Set Angklung ke Pemkab Sorong
SORONG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghibahkan satu set angklung, alat musik tradisional Jabar, ke Pemkab Sorong, Provinsi Papua Barat. Hibah alat musik angklung itu diserahkan saat kunjungan kerjan ke Kabupaten Sorong, Jumat (1/10/2021).
Dalam kunjungan kerjanya itu, Ridwan Kamil didampingi istri Atalia Pararatya meresmikan Alun-alun Kabupaten Sorong yang telah rampung direvitalisasi. Alun-alun dengan wajah baru itu didesain langsung oleh tangan Ridwan Kamil.
Peresmian Alun-alun Sorong semakin menarik saat puluhan pelajar SMP Negeri 1 Kabupaten Sorong memainkan angklung yang dihibahkan oleh Ridwan Kamil. Meski hanya tiga kali berlatih, mereka cukup piawai memainkan angklung langsung di hadapan Ridwan Kamil dan Bupati Sorong Johny Kamaru.
Bahkan, Ridwan Kamil dan Johny Kamaru serta seluruh orang yang hadir dalam acara sempat berdecak kagum saat salah satu pelajar perempuan SMP Negeri 1 Kabupaten Sorong sukses membawakan lagu Mojang Priangan dengan iringan alat musik yang terbuat dari bambu itu.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sorong Johny Kamaru pun sempat menyebut Ridwan Kamil sebagai tokoh nasional yang sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat Sorong.
Ridwan Kamil mengatakan, kunjungan kerjanya ke berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sorong bukan dalam rangka meraih dukungan untuk maju di Pilpres 2024.
"Yang pasti saya ke sini meresmikan sesuatu yang sudah dirintis jauh-jauh hari sebelum jadi Gubernur, zaman saya Wali Kota Bandung. Kan saya datang tidak bawa hal-hal yang gak jelas ya, (saya datang) membawa perubahan, meresmikan sesuatu," kata Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil ini.
Kang Emil menyatakan, angklung kini bukan lagi milik warga Jabar semata, melainkan warga dunia menyusul pengakuan Unesco terhadap alat musik tersebut sebagai warisan dunia. Karena itu, dalam setiap kunjungan kerja, Ridwan Kamil kerap membagi-bagikan angklung.
"Kalau ada 200 negara di dunia, maka saya akan kirim 200 set angklung. Kalau negara-negara di dunia dikasih, masa provinsi-provinsi lain tidak?". Jadi kita hibahkan angklung ini untuk warga Sorong dan berharap angklung masuk dalam kurikulum di sekolah. Diplomasi angklung ini karena angklung bukan sudah milik Jabar lagi, maka kita kirim ke mana-mana, termasuk ke Papua," ujar Kang Emil.
Kang Emil tidak mempermasalahkan jika ada anggapan bahwa dirinya menggunakan angklung sebagai alat diplomasi, termasuk alat diplomasi yang dikaitkan dengan ajang Pilpres 2024 sekalipun.
"Itu kan tafsir saja, saya bawa angklung lalu ditafsirkan begitu (alat diplomasi Pilpres 2024), tidak masalah," tutur Kang Emil.
Editor: Agus Warsudi