Ricuh Kaos #2019GantiPresiden, Kang Emil: Ada Komitmen yang Dilanggar

Yogi Pasha ยท Selasa, 15 Mei 2018 - 17:54:00 WIB
Ricuh Kaos #2019GantiPresiden, Kang Emil: Ada Komitmen yang Dilanggar
Cagub Jabar nomor urut 1, Ridwan Kamil saat debat terbuka kedua di Kampus UI Depok. (Foto: iNews.id)

GARUT, iNews.id - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) menilai pemakaian kaus #2019GantiPresiden oleh pasangan calon nomor urut 3 dalam debat terbuka kedua Pilgub jabar yang berujung ricuh karena adanya komitmen bersama yang tidak dipatuhi.

Kang Emil pun menyesalkan insiden dalam debat yang berlangsung di Balairung Kampus Universitas Indonesia (UI), Senin (14/5/2018) malam. Seharusnya, kata Kang Emil, insiden tersebut tidak terjadi jika pasangan calon mematuhi janji bersama sehingga tidak menimbulkan tafsir yang membuat publik berpikir lain.

"Saya menyesalkan karena terjadi sedikit kericuhan. Karena ada perjanjian dalam kampanye yang mungkin tidak dipatuhi. Sehingga terjadi tafsir-tafsir yang tidak perlu," kata Kang Emil saat berkampanye di Kabupaten Garut, Selasa (15/5/2018).

Dia berharap, insiden semacam itu bisa menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pasangan calon agar pelaksanaan Pilgub Jabar dapat berlangsung sebagai pilkada serentak yang inspiratif, damai, dan kreatif. Sehingga, pesta demokrasi bisa diisi tanpa harus melakukan tindakan provokatif. "Kita harus menunjukan Pilkada Jabar inspiratif, damai, dan kreatif. Bukan pilkada yang provokatif," tandas dia.

Terkait pelaksanaan debat kedua Pilgub Jabar, Kang Emil mengaku, empat pasangan calon telah memberikan penjabaran visi misi untuk memimpin Jabar. Namun, kata dia, para penonton telah memberikan pandangannya yang objektif terhadap paslon nomor urut satu. Karena lebih fokus pada visi misi, gagasan, materi pada program dan tidak mencari-cari kesalahan pasangan lain.

Bahkan, dalam debat yang diberikan kesempatan dengan waktu yang cukup singkat mampu memberikan penjelasan yang cukup memuaskan.

"Closing statment kita juga paling tajam. Bahwa Jabar harus diserahkan kepada yang ahlinya, karena dalam sebuah hadis juga telah dijelaskan, kalau urusan tidak diserahkan ke ahlinya hanya tinggal menunggu kehancuran. Serahkan kepada yang muda, kenapa karena masih banyak tenaga. Serahkan kepada kami yang telah berpengalaman dan serius bekerja bukan yang bersandiwara," tandas Emil. 

Editor : Kastolani Marzuki