Ribuan Ojol di Bandung Demo ke Balai Kota Tuntut Izin Angkut Penumpang

Agus Warsudi, Sindonews ยท Senin, 13 Juli 2020 - 10:58 WIB
Ribuan Ojol di Bandung Demo ke Balai Kota Tuntut Izin Angkut Penumpang
Ilustrasi demo ojek online. (Foto Sindonews),

BANDUNG, iNews.id - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) menggeruduk Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). Mereka yang mengenakan jaket hijau itu memenuhi beberapa ruas jalan.

Ketua Driver Online Jawa Barat Bersatu (DJOB) Dani mengatakan, aksi unjuk rasa akan diikuti 5.000 lebih driver online yang tergabung dalam DOJB. Mereka menuntut Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan izin mengangkut penumpang.

"Kami mendesak pemkot sebagai pengambil kebijakan dan memberi kepastian waktu layanan tranportasi online untuk angkutan penumpang diberlakukan," kata Dani dalam undangan terbuka peliputan aksi tersebut.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Pandemi COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, Manajemen Gojek dan Grab, penyedia layanan taksi dan ojek online, untuk melakukan tes PCR atau swab kepada semua mitra di Kota Bandung.

Syarat itu wajib dipenuhi jika pengemudi taksi dan ojek online di Kota Bandung ingin diizinkan beroperasi mengangkut penumpang pada fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Kami sarankan driver atau mitra (Grab dan Gojek) ini harus mengantongi surat keterangan bebas dari COVID-19. Tentu ini harus dikeluarkan oleh institusi berwenang, dalam hal ini lembaga kesehatan," kata Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna d Balai Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

Ema mengemukakan, syarat tersebut diterima dan Grab dan Gojek menyanggupinya. Selain surat keterangan bebas Covid-19, Grab dan Gojek relatif telah memenuhi protokol kesehatan.

"Dari sisi protokol kesehatan sudah sangat memadai, baik itu pengantaran makanan dan barang lain. Sekarang masuk ke membawa penumpang. Syarat swab test sudah disepakati, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa dipenuhi," ujar Ema yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung ini.


Editor : Faieq Hidayat