Retakan Tanah Terjadi di Areal Persawahan di Gegerbitung, 7 Rumah Terancam

Indra Firdaus · Rabu, 17 November 2021 - 22:47:00 WIB
Retakan Tanah Terjadi di Areal Persawahan di Gegerbitung, 7 Rumah Terancam
Petugas P2BK Gegerbitung menunjukkan retakan tanah yang terjadi di areal persawahan Kampung Pasir Talang, Desa Cijurey. (Foto: ISTIMEWA)

SUKABUMI, iNews.id - Peristiwa retakan tanah terjadi di areal persawahan Kampung Pasir Talang, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Tanah longsor itu juga mengancam tujuh rumah penduduk.

Untuk menuju lokasi kejadian, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung harus berjalan kaki sejauh 600 meter. Lokasi pergerakan tanah berada di areal persawahan berlereng dengan kemiringan 45 derajat.

Petugas P2BK Gegerbitung Uu Ruyat Hidayat mengatakan, perubahan bentuk tanah mulai terlihat pada 4 November 2021 lalu. Hampir semua lahan sawah milik warga muncul retakan tanah melintang di sejumlah titik hingga mencapai luas 75 meter persegi dengan bentuk separuh lingkaran mirip tapal kuda. 

"Kondisi sawah yang dilintasi jalur retakan mengalami anjlok sedalam 1 setengah meter dengan lebar retakan 40 sentimeter (cm). Pergerakan tanah ini disebabkan hujan deras dengan intensitas tinggi," kata Uu Ruyat Hidayat.

Di sekitar lokasi retakan, ujar Uu Ruyat, terdapat tujuh rumah yang dihuni sembilan kepala keluarga (KK) terdiri atas 25 jiwa, yang terancam. Satu dari tujuh rumah itu hanya berjarak 10 meter dari retakan tanah. 

"Warga yang disapa Abah masih tinggal di sekitar lokasi retakan. Dia enggan meninggalkan rumahnya walaupun petugas sudah mengimbau agar pindah ke tempat yang lebih aman lantaran kejadian semacam ini dia anggap bukan ancaman," kata Uu Ruyat Hidayat.

Sampai saat ini, petugas P2BK Gegerbitung, tutur Uu Ruyat, terus memantau kondisi lokasi pergerakan tanah yang dari waktu ke waktu kuntur tanahnya terus berubah. "Kami mengimbau warga berhati-hati terutama saat turun hujan deras cukup lama," tuturnya.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: