get app
inews
Aa Text
Read Next : 3 Tempat Wisata di Tasikmalaya dengan Spot Foto Instagramable Terbaik!

Ratusan Rumah Rusak akibat Pergerakan Tanah di Tasikmalaya, Dinding dan Lantai Retak-Retak

Kamis, 05 Desember 2019 - 11:43:00 WIB
Ratusan Rumah Rusak akibat Pergerakan Tanah di Tasikmalaya, Dinding dan Lantai Retak-Retak
Warga menunjukkan rumahnya yang rusak akibat pergerakan tanah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Ratusan rumah di empat kampung di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah dalam satu bulan terakhir. Warga khawatir dan ketakutan bila rumah mereka sewaktu-waktu ambruk.

Empat kampung yang terdampak bencana pergerakan tanah, yakni Kampung Burujul, Kampung Babakan, Kampung Cigadung, dan Kampung Jajaway, Desa Purparahayu. Sebagian rumah warga rusak sedang dan sebagian lagi rusak ringan.

Dari pantauan iNews pada Kamis (5/12/2019), rumah warga rata-rata mengalami kerusakan di bagian dinding yang retak dan lantai yang amblas. Seperti terlihat di Kampung Burujul, Desa Pusparahayu, salah satu kampung yang terdampak bencana pergerakan tanah.

Bencana pergerakan tanah ini bukan pertama kali di Desa Pusparahayu. Sebelumnya pada tahun 2006 lalu, bencana serupa juga terjadi di Kampung Pendir yang mengakibatkan ratusan rumah warga rusak berat bahkan ambruk.

Pada tahun 2006 lalu itu pula, ratusan warga Kampung Pendir akhirnya mengungsi dan direlokasi ke Kampung Burujul, Babakan, Cigadung, dan Kampung Jajaway. Namun, saat ini kejadian serupa dialami oleh warga. Rumah yang saat ini mereka tempati dan merupakan bantuan dari pemerintah juga terdampak bencana pergerakan tanah. Rumah yang rusak di antaranya milik Idin (80) dan Hera (29).

Warga menunjukkan dinding rumah yang rusak akibat pergerakan tanah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)
Warga menunjukkan dinding rumah yang rusak akibat pergerakan tanah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

Hera mengatakan, kerusakan rumahnya semakin parah tiap hari. Bagian dinding dan lantai rumahnya retak dan amblas. Dirinya dan keluarga selalu merasa khawatir dan takut, terutama saat malam hari. Mereka waswas rumahnya ambruk saat tidur.

“Parahnya satu bulan terakhir ini, kami enggak bisa nyenyak tidur. Apalagi sekarang musim hujan. Setiap hari itu ada pergerakan. Temboknya pada pecah, kaca, dan keramik pecah. Lantai kembung dan kalau diinjak jadi pecah. Ada 146 rumah di empat kampung yang begini,” ujar Hera, Kamis (5/12/2019).

Lantai rumah retak-retak akibat pergerakan tanah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)
Lantai rumah retak-retak akibat pergerakan tanah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

Menurut warga, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui kecamatan dan polisi sudah melakukan pengecekan. Sejumlah petugas melihat langsung kondisi rumah rumah warga yang terkena pergerakan tanah. Namun, pemerintah belum memberikan bantuan apa pun pada warga yang terdampak bencana.

“Menurut mereka memang kondisi rumah sudah bahaya. Tapi kami semua masih bingung kalau disuruh pindah mau ke mana, jadi kami masih mikir-mikir,” katanya.

Saat ini warga berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi atas persoalan pergerakan tanah. Mereka membutuhkan bantuan jika memang harus dipindahkan kembali ke lokasi lain yang aman dari musibah itu.

Editor: Maria Christina

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut