PT KAI Pakai GeNose Buatan UGM, Apa Bedanya dengan CePAD Unpad?

Arif Budianto ยท Jumat, 05 Februari 2021 - 21:16:00 WIB
PT KAI Pakai GeNose Buatan UGM, Apa Bedanya dengan CePAD Unpad?
Calon penumpang KA di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, menggunakan GeNose. (Foto: SINDOnews)

BANDUNG, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) hari ini mulai menggunakan GeNose untuk mendeteksi penumpang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Terobosan ini menjadi solusi bagi masyarakat, lantaran tarif test dengan GeNose buatan Universitas Gajah Mada (UGM) ini hanya Rp20.000, jauh lebih murah dibanding rapid test antigen Rp250.000.

Lalu, bagaimana dengan inovasi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang telah berhasil membuat tes antigen, CePAD. CePAD digadang-gadang akan dijual lebih murah namun telah berstandar WHO. 

Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad Diana Sari, antara GeNose dan CepaD memiliki perbedaan mendasar. GeNose dibuat untuk mendeteksi seseorang yang terpapar virus Corona dari bau. 

Sedangkan CepaD mendeteksi seseorang terpapar atau tidak, dari banyaknya virus di dalam tubuh. Bahkan, CepaD bisa mendeteksi paparan virus pada hari pertama seseorang terpapar. 

"Tidak bisa dipungkiri bahwa GeNose adalah penemuan yang sangat baik. Tapi metode CepaD yang merupakan tes antigen ini, sesuai standar WHO, terutama untuk mencegah penularan Covid. Karena alat ini bisa mendeteksi sejak hari pertama," kata Diana, Jumat (5/2/2021).

Menurut dia, tes antigen ini juga lebih baik dari tes antibodi. Karena untuk tes antibodi mesti menunggu terbentuknya antibodi, bagi bisa ketahuan seseorang terinfeksi atau tidak. Semantara tes antigen, memiliki akurasi tinggi bagi mereka yang baru saja terpapar. 

Editor : Agus Warsudi

Halaman : 1 2