PPKM Mikro Tahap 4, KBB Masih Didominasi Desa Berstatus Zona Kuning

Adi Haryanto · Kamis, 25 Maret 2021 - 15:40:00 WIB
PPKM Mikro Tahap 4, KBB Masih Didominasi Desa Berstatus Zona Kuning
Ketua Harian Satgas Covid-19 Pemkab Bandung Barat, Asep Sodikin, menyebutkan zona kuning masih mendominasi di KBB. (Foto: Dok.MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Jumlah desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) di awal pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro masih didominasi zona kuning Covid-19. Padahal pelaksanaan PPKM mikro sudah memasuki tahap keempat.

Berdasarkan data Tim Satgas Covid-19, dari total 165 desa di KBB ada sebanyak 84 desa yang masuk kategori zona kuning. Sementara 81 desa lainnya yang tersebar di berbagai kecamatan termasuk zona hijau atau aman dari penyebaran Covid-19.

"Desa zona kuning masih lebih banyak dari yang zona hijau. Tapi untuk desa zona merah pertanggal 23 Maret 2021 sudah tidak ada," kata Sekda KBB yang juga Ketua Harian Satgas COVID-19 Pemkab Bandung Barat, Asep Sodikin, Kamis (25/3/2021).

Begitupun untuk penyebaran Covid-19 berdasarkan pemetaan hingga tingkat RT, tidak ada wilayah RT di KBB yang berada pada zona merah. Dari jumlah RT sebanyak 9.037, sekitar 8.734 berada pada zona hijau dan 301 zona kuning, sedangkan dua RT berada pada zona oranye.

Asep menjelaskan, penanganan Covid-19 terus secara intensif dilakukan. Tingkat kesembuhan dari virus tersebut sampai saat ini cukup tinggi. Walaupun temuan kasus baru sempat muncul dari beberapa klaster baru, tapi langsung ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri dan karantina mikro. 

"Hari kemarin saja, masyarakat yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 mencapai 55 orang dalam satu hari. Itu progres yang baik, sementara RT yang zona oranye berada di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang," tuturnya. 

Pihaknya saat ini tengah melakukan penanganan yang optimal penyebaran Covid-19 pada klaster keluarga yang terjadi di Kecamatan Lembang. Masyarakat juga diimbau tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik. 

"Prokes adalah upaya nyata memutus mata rantai Covid-19, dan PPKM mikro untuk membatasi pergerakan orang," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: