Potensi Capai USD1.338 Miliar, Industri Perikanan Indonesia Belum Digarap Maksimal

Arif Budianto ยท Minggu, 15 November 2020 - 11:45:00 WIB
Potensi Capai USD1.338 Miliar, Industri Perikanan Indonesia Belum Digarap Maksimal
Pelabuhan perikanan rakyat di Cirebon. (Foto/Ilustrasi)

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengata, terdapat lima rekomendasi pengembangan jasa logistik perikanan agar potensi sektor ini bisa tergarap maksimal.

Pertama, peningkatan kapabilitas penyedia jasa logistik mencakup peningkatan kemampuan teknologi dan peralatan, termasuk pembangunan cold storage serta penyediaan sarana penanganannya di bandara dan pelabuhan, serta di sarana pengangkut seperti kapal dan kereta api.

"Kedua, penggunaan teknologi informasi untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas cold chain untuk untuk pemetaan, pendataan, dan analisis potensi produksi dan konsumsi termasuk dengan pemanfaatan digitalisasi dan big data analytics," kata Setijadi.

Selanjutnya, implementasi manajemen rantai pasok dengan mengintegrasikan proses-proses bisnis dari para pemangku kepentingan. Tidak hanya pelaku dalam saluran distribusi, tetapi juga penyedia jasa infrastruktur.

Keempat, pengembangan infrastruktur, terutama pelabuhan khusus perikanan beserta fasilitas penanganan dan penyimpanan komoditas perikanan yang terintegrasi multimoda. Kelima, dukungan kebijakan pemerintah dengan mengalokasikan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk pengembangan kapabilitas penyedia jasa logistik perikanan.

Selain, kata dia, dalam bentuk bantuan dana untuk UMKM yang dialokasikan sebesar Rp123,46 triliun dalam program itu, juga perlu dialokasikan dari bantuan insentif usaha yang dianggarkan sebesar Rp120,61 triliun.

Editor : Agus Warsudi