Polisi Tangkap 8 Pengedar Narkoba dengan Wilayah Peredaran di Sukabumi 

Dharmawan Hadi · Senin, 09 Agustus 2021 - 14:40:00 WIB
Polisi Tangkap 8 Pengedar Narkoba dengan Wilayah Peredaran di Sukabumi 
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin didampingi Kasat Narkoba AKP Ma'ruf Murdianto menunjukkan barang bukti narkoba hasil pengungkapan kasus selama dua pekan terakhir. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, iNews.id - Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota menangkap delapan pengedar dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Mereka ditangkap polisi di sejumlah lokasi di Kota Sukabumi dalam dua pekan terakhir.

"Hari ini jajaran Polres Sukabumi Kota khususnya satuan narkoba kita melakukan rilis pengungkapan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di wilayah hukum polres Sukabumi Kota selama periode kurang lebih 14 hari terakhir. Jadi ada enam LP yang kita tangkap dengan TKP sebanyak tiga lokasi di Gunungpuyuh 2 kasus, Warudoyong 2 kasus, dan Citamiang 2 kasus," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin didampingi Kasat Narkoba AKP Ma'ruf Murdianto, Senin (9/8/2021)

Adapun kedelapan orang tersangka tersebut masing-masing berinisial AS (27), RIS (24), FF (23), FF (20), DD (25), TR (22), PR (25) dan YH (22).

Berdasarkan data yang dirilis, tersangka berinisial YH, PR dan TR mengedarkan dan menggunakan jenis sabu. Kemudian tersangka AS  mengedarkan dan menggunakan jenis ganja, lalu tersangka RIS dan FF sebagai kurir obat-obatan tanpa izin, FF sebagai perantara dalam peredaran obat berbahaya, DD menjual dan mengedarakan obat berbahaya tanpa izin

Barang bukti yang berhasil kita amankan selama dua pekan terakhir ini, antara lain sabu seberat 331,1 gram, ganja seberat 28,56 gram, obat-obatan berbahaya  Tramadol 3,190 butir. Kemudian ada sejumlah uang Rp749.000, enam handphone dan dua unit timbangan digital dan satu buah alat isap sabu," ujar Kapolres.

Para tersangka dijerat undang Uundang tentang narkotika dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun, Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: