get app
inews
Aa Text
Read Next : Warga Pasirtalaga Laporkan Kasus Pemotongan Bansos Tunai ke Kejari Karawang 

Polda Jabar Usut Dugaan Pemotongan Bansos di Karawang dan Tasikmalaya 

Rabu, 11 Agustus 2021 - 12:42:00 WIB
Polda Jabar Usut Dugaan Pemotongan Bansos di Karawang dan Tasikmalaya 
Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri saat menghadiri kegiatan vaksinasi massal di Pesantren Persis, Jalan Pajagalan, Kota Bandung. (Foto: Humas Polrestabes Bandung)

BANDUNG, iNews,id - Polda Jabar tengah mengusut dugaan pemotongan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Karawang dan Tasikmalaya. Kasus di Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Karawang, dinilai fatal karena pemotongan dana bansos tunai dilakukan perangkat desa tanpa kesepakatan dengan warga.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, (kasus pemotongan dana bansos tunai Rp300.000) di Karawang telak. Karena pemotongan dengan alasan dana Covid yang kurang. Di Tasikmalaya (pemotongan bansos) ada kesepakatan dengan warga," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri di sela-sela kegiatan vaksinasi santri Persis di Kota Bandung, Rabu (11/8/2021). 

Irjen Pol Ahmad Dofiri menyatakan, yang terjadi di Tasikmalaya adalah pemotongan bansos beras. Pengurangan bansos beras ini dilakukan perangkat desa setempat setelah ada kesepakatan dengan warga. 

"Contoh (kasus di Tasikmalaya) misalkan yang terdaftar (sebagai penerima bansos beras) 10 orang. Sementara warganya (yang layak menerima) ada 15 orang. Kalau 10 kg (beras masing-masing penerima) dibagi ke 15 (warga), jumlahnya nggak 10 kg (untuk setiap warga). Itu kesepakatan bersama. Tapi mungkin ada satu dua orang yang mempertanyakan," ujar Irjen Pol Ahmad Dofiri. 

Menurut Kapolda, apapun alasannya, pemotongan bansos tunai dan beras, menyalahi aturan. Karena itu, selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan edukasi kepada aparat desa mengenai penyaluran bansos agar tidak menyalahi aturan. 

"Bagaimana pun ini (pemotongan bansos) adalah keliru. Kita sudah bersepakat dengan pak Kajati, harus ditangani dan ditindak. Ke depan, sudahlah bagikan (bansos) sesuai peruntukannya," tutur Kapolda. 

Berdasarkan data yang diterima, saat ini total  penerima dana bansos tunai dan beras di Jawa Barat sebanyak 12,7 juta keluarga penerima manfaat (KPM). 

Dari jumlah itu,  8,8 juta di antaranya sudah menerima bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos). Khusus bansos Provinsi Jawa Barat, jumlah penerima 272.000.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melaporkan kasus pemotongan bansos tunai Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp300.000 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang. Pemotongan bansos tunai itu diduga dilakukan oleh perangkat Desa Pasirtalaga.

"Hari ini (Jumat 6/8/2021) saya sudah melaporkan pemotongan bansos tunai yang dilakukan petugas Desa Pasirtalaga ke Kejari Karawang," kata Ade Munim, salah seorang korban pemotongan sebesar Rp300.000 bansos tunai di Karawang, Sabtu (7/8/2021).

Uang bansos tunai yang dipotong itu adalah bantuan Kemensos tahap 5 dan 6 bulan Juni dan Juli 2021 di Desa Pasirtalaga. Ade mengaku telah menyerahkan berkas permohonan laporan beserta kelengkapan dokumen sebagai barang bukti kepada Kejari Karawang.

Ade menuturkan terdapat 281 warga penerima bansos tunai yang tidak menerima dipotong sebesar Rp300.000 oleh petugas desa, pemotongan dilakukan secara langsung di tempat setelah warga menerima bantuan sebesar Rp600.000.

Jadi setelah menerima bansos tunai sebesar Rp600.000, warga diarahkan masuk ke dalam satu ruangan untuk menandatangani surat pernyataan. Setelah itu, warga dimintai uang Rp300.000.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut