Pergerakan Tanah juga Terjang Cililin KBB, 8 Rumah dan Masjid Terancam
BANDUNG BARAT, iNews.id - Bencana pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Babakan Jati RT 01/04 Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebanyak delapan unit rumah dan satu masjid terancam.
Bencana pergerakan tanah di Kampung Babakan Jati, Desa Rancapanggung, Cililin itu terjadi sejak Jumat (21/10/2022) dan dikhawatirkan terus terjadi dan meluas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo menyebutkan, pergerakan tanah itu sudah terjadi sejak awal Oktober 2022 dan sudah dilaporkan ke pihaknya. Namun ternyata pada pekan kemarin pergerakan tanah itu kembali terjadi dan sempat membuat warga khawatir.
"Bencana pergerakan tanah itu sudah terjadi sejak awal Oktober 2022. Karena kondisi sekarang terus hujan, kembali terjadi pergerakan tanah," kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Kamis (27/10/2022).
Duddy Prabowo menyatakan, sampai sekarang pergerakan tanah masih terjadi, terutama saat hujan deras meski dengan intensitas sedang. Warga waspada karena khawatir terjadi bencana lebih besar.
Bencana pergerakan tanah itu, ujar Duddy Prabowo, selain karena faktor kondisi curah hujan yang tinggi, juga kondisi tanah di kawasan tersebut labil. Selain itu, kontur kemiringan tanah juga cukup terjal.
"Imbas dari pergerakan tanah ini ada delapan rumah yang terancam, satu tempat ibadah (masjid), dan satu bangunan tempat usaha," ujar Duddy Prabowo.
Kepala Pelaksana BPBD KBB menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan warga juga tidak ada yang diungsikan. Kebanyakan rumah yang terdampak kerusakan adalah bagian belakang dan kebanyakan rusak ringan. "Sebagai antisipasi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan melakukan assesment," tuturnya.
Berdasarkan catatan BPBD KBB, kata Duddy Prabowo, lokasi tersebut sudah pernah diassesment oleh tim dari Badan Geologi pada bulan Maret 2019 dan kondisinya memang rawan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada khususnya ketika hujan besar karena dikhawatirkan dapat terjadi pergerakan tanah susulan," ucap Duddy Prabowo.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyiapkan dua tempat relokasi bagi 30 kepala keluarga (KK) korban bencana pergerakan tanah. Dua lokasi alternatif itu direkomendasikan oleh Badan Geologi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB.
Jika dinyatakan aman sebagai tempat tinggal, 30 warga Kampung Gadung RT 01/09 yang terdampak bencana akan pindah ke lokasi baru tersebut.
"Untuk tempat relokasi bagi warga Kampung Gadung RT 01/09 sudah ada dua lokasi alternatif. Tapi harus nunggu dulu kajian dari Geologi dan BPBD mana yang layak dan aman," kata Kepala Desa Cintaasih Deden Iban Saiban, Rabu (26/10/2022).
Deden Iban Saiban menyatakan, merelokasi 30 KK di Kampung Gadung, RT 01/09 tersebut sebagai upaya dari mitigasi bencana. Sebabnya pergerakan tanah yang terjadi semakin mengkhawatirkan, sehingga harus diambil langkah antisipasi sebelum terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
Editor: Agus Warsudi