Perangkat Desa di Bandung Barat Menjerit, 3 Bulan Gaji Belum Cair 

Adi Haryanto · Rabu, 07 April 2021 - 16:34:00 WIB
Perangkat Desa di Bandung Barat Menjerit, 3 Bulan Gaji Belum Cair 
Ilustrasi anggaran. (Foto: Istimewa)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Perangkat desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjerit karena gaji atau penghasilan tetap (Siltap) belum cair sejak Januari 2021. Mereka mengeluh lantaran sebentar lagi akan menghadapi ramadan.

"Sejak Januari 2021 gaji perangkat desa belum dibayarkan. Informasi yang kami dapat, belum turunnya gaji itu karena Anggaran Dana Desa (ADD) dari Pemda KBB belum cair," kata Ketua Forum Sekretaris Desa KBB, Rahmat Kurniawan, Rabu (7/4/2021).

Dia menyebutkan, gaji tersebut sangat diharapkan segera bisa diterima para perangkat desa. Sebagian dari mereka ada yang mengaku sudah meminjam uang ke kerabatnya. Jaminannya ketika gaji turun utang akan langsung dibayar. 

"Ya kan sekarang mendekati Ramadan, dimana kami harus memenuhi kebutuhan keluarga yang pasti meningkat. Sedangkan Siltap ini yang jadi andalan pemasukan kami setiap bulannya," kata dia. 

Terkait rincian dan besaran gaji atau Siltap ini, terang Rahmat, berbeda-beda setiap bulannya yang diterima perangkat desa. Misalnya untuk kepala desa menerima Rp3.500.000, sekretaris desa Rp2.700.000, perangkat desa Rp2.500.000, dan kepala dusun Rp2.050.000.

Menurutnya, dari penjelasan Dinas Pemberdayaan Mayarakat Desa (DPMD), keterlambatan pencairan ini juga karena ada penyesuaian data pembayaran BPJS dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes).

Untuk BPJS ada ketidasinkronan antara data dari pihak BPJS dengan Pemkab Bandung Barat sehingga harus dikoreksi terlebih dahulu. Pembayaran iuran BPJS perangkat desa sendiri 1 persen di-cover Pemdes, 1 persen Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) KBB, dan 4 persen dari DPMD KBB.

"Yang kami sayangkan informasi itu baru disampaikan tadi malam, padahal harusnya proaktif dari jauh-jauh hari supaya ada kejelasan karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi