Penuhi Janji, Peternak Jawa Barat Aksi Damai di Depan Kantor Kementan 

Arif Budianto · Jumat, 20 Agustus 2021 - 13:47:00 WIB
Penuhi Janji, Peternak Jawa Barat Aksi Damai di Depan Kantor Kementan 
Gabungan peternak ayam UMKM dan mahasiswa dari Jawa Barat menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (20/8/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Gabungan peternak ayam UMKM dan BEM peternakan dari Jawa Barat menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), di Jakarta, Jumat (20/8/2021). Aksi hanya diikuti oleh belasan orang sebagai perwakilan, mempertimbangkan pelaksanaan PPKM. 

Aksi yang rencananya akan digelar di Istana Kepresidenan, akhirnya gagal karena steril dengan situasi PPKM. Maka aksi hanya  dilaksanakan di depan Gedung Kementan. Mereka mengibarkan kain putih, untuk menandakan kesulitan peternak ayam yang sudah pada titik nadir. 

Aksi damai tersebut menuntut pemerintah agar memperhatikan keberlangsungan hidup pelaku peternak. Pasalnya, peraturan yang akan melindungi peternak ayam ini kerap tidak mendapat jaminan komitmen dari pemerintah sehingga produk yang dihasilkan kerap mengalami gejolak harga yang tidak layak bagi peternak.

"Kami datang ke Istana Negara dan Kantor Kementan guna membawa pesan kepada Presiden Republik Indonesia bahwa saat ini peternak sudah mati akibat dari keserakahan perusahaan integrator yang tetap ingin menjual ayam hidup bersama peternak di pasar becek,” kata Ketua BEM Peternakan Unpad Lendri dalam siaran persnya, Jumat (20/8/2021).

Sementara itu, Ketua Aksi Nurul Ikhwan mengungkapkan, pada bulan Juli 2021 lalu harga ayam hidup sampai menyentuh harga Rp8.000 per kg. Oleh karena itu, saat ini peternak harus membedakan bahwa peternak itu menjual ayam hidup namun kerap di bawah HPP (Harga Pokok Produksi). Karena sudah tahu ada over supply yang disebabkan  perusahaan integrator itu sendiri.

"Pemerintah seolah diam saja padahal aturannya sudah ada Permentan Nomor 32/2017 dan Permendag Nomor 07/2020 tapi tidak ada komitmen sanksi ditegakkan bagi integrator yang sudah jelas mereka melanggar. Kami para peternak hanya ingin aturan itu diterapkan, tidak ada unsur politik apapun. Kami hanya ingin usaha UMKM peternak ayam terus berjalan, karena kami pun punya hak untuk melakukan usaha," ujarnya.

Aktivis Mahasiswa dari BEM Peternakan Unpad Firdaus menyatakan bahwa seharusnya mudah bagi pemerintah, yaitu komitmen kepada aturan yang dibuatnya dan memisahkan segmentasi pasar agar perusahaan yang disebut integrator yang telah menguasai 80 persen.

"Market pasar di Indonesia seharusnya sadar diri untuk tidak menjual ayam hidup seperti peternak UMKM," ujarnya

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: