Pemkot Tasikmalaya Terapkan Karantina Mikro di Ponpes Persis 67 Benda

Asep Juhariyono · Rabu, 17 Februari 2021 - 12:05:00 WIB
Pemkot Tasikmalaya Terapkan Karantina Mikro di Ponpes Persis 67 Benda
Petugas memeriksa ketat setiap tamu yang datang ke Ponpes Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan karantina mikro di Pondok Pesantren Persis 67 Benda, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Karantina mikro diterapkan setelah 380 santri dan tenaga pengajar di ponpes itu positif Covid-19.

Pantauan, sebanyak 96 santri Ponpes Persis 67 Benda menjalani isolasi di Hotel Crown. Para santri terlihat sedang melakukan aktivitas pagi seperti berjemur dan olahraga di halaman hotel. Sedangkan santri lain terlihat antre untuk melakukan pemeriksaan oleh petugas  medis.

Selain di Hotel Crown, sebanyak 56 santri Ponpes Persis 67 Benda menjalani isolasi di Rumah Sakit Dewi Sartika di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Sisanya, santri dan tenaga pengajar yang positif, menjalani isolasi di pondok pesantren.

"Total santri dan tenaga pengajar Ponpes Persis 67 Benda yang positif Covid-19 sebanyak 380 orang. Perinciannya, 328 santri dan 52 tenaga pengajar," kata pelaksana tugas (plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Rabu (17/2/2021).

Penerapan karantina mikro, ujar Muhammad Yusuf, dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok pentren yang memiliki santri sekitar 2.000 orang tersebut. 

"Semua tamu yang datang dan keluar diperiksa secara ketat dan dijaga oleh petugas TNI-Polri. Santri dan tenaga pengajar yang positif diisolasi di Hotel Crown dan Rumah Sakit Dewi Sartika. Santri yang negatif telah dipisahkan dan rencananya akan dipulangkan secara bertahap agar tidak terkena Covid-19," ujar Muhammad Yusuf. 

Diberitakan sebelumnya, terpaparnya 380 santri dan tenaga pengajar di Ponpes Persis 67 Benda berawal dari seorang santri asal Kabupaten Garut. Santri itu mengalami gejala hilangnya indera penciuman. 

Kemudian santri melakukan tes swab mandiri dan hasilnya positif. Selanjutnya dilakukan swab massal terhadap 16 orang dan hasilnya lima positif Covid-19.

Dinas kesehatan kemudian melakukan tracing dan swab massal terhadap 832 orang santri dan pengajar. Hasilnya, 374 positif. Jadi total santri dan tenaga pengajar positif Covid-19 di ponpes tersebut 380 orang.

Pada Senin (15/2/2021) soreng, 152 santri dievakuasi menggunakan 21 unit mobil ambulans untuk menjalani isolasi mandiri di Hotel Crown dan RS Dewi Sartika. Mobil ambulans dikawal personel Polresta Tasikmalaya, TNI, dan petugas BPBD Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan data dinas kesehatan kota tasikmalaya hingga hari ini, Rabu (17/2/2021), secara akumulatif terdapat 3.913 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. sebanyak 3.065 orang telah sembuh, 779 masih menjalani isolasi, dan 68 meninggal dunia.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: