Pekan Ini, 22.000 Alumni Bakal Pilih Ketua IA ITB yang Baru

Arif Budianto · Rabu, 14 April 2021 - 20:04:00 WIB
Pekan Ini, 22.000 Alumni Bakal Pilih Ketua IA ITB yang Baru
Ilutrasi

BANDUNG, iNews.id - Sekitar 22.000 alumni dipastikan bakal mengikuti pemilu Ikatan Alumni (IA) ITB untuk memilih Ketua Umum IA ITB periode 2021-2026. Rencananya, pemilu itu digelar berbarengan dengan kongres nasional X pada 16-17 April mendatang di Balai Pertemuan Ilmiah ITB, di Bandung. 

Ketua Kongres IA-ITB 2021, Agustin Peranginangin mengatakan, jadwal pelaksanaan kongres ini mundur beberapa pekan dari jadwal semula pada 26-27 Maret. Pengunduran ini dilakukan agar proses pendaftaran daftar pemilih tetap (DPT) genap sebulan sehingga semua pemilik suara dipastikan dapat mengikuti pemilihan.

Mundurnya jadwal juga telah diketahui dan disepakati semua pihak terkait seperti komite pengarah, komite pelaksana, dewan pengawas, pengurus daerah, PPIA ITB, termasuk kedelapan calon ketua umum. 

"Semua pihak sepakat menyukseskan kongres nasional pada 16-17 April. Bahkan pengda, prodi, komisariat sudah menyampaikan dukungan secara tertulis," kata dia, dalam keterangan resminya, Rabu (14/4/2021).

Menurut dia, rektor ITB juga telah merestui gelaran tersebut sehingga mengizinkan penggunaan Balai Pertemuan Ilmiah ITB menjadi lokasi kongres sekarang. Mengingat saat ini masih terjadi pandemi virus Corona, dia pun memastikan pelaksanaannya akan memerhatikan protokol kesehatan.

Dengan begitu, menurutnya acara akan digelar secara hybrid sehingga sebagian besar peserta akan mengikuti secara dalam jaringan (online) melalui kanal YouTube IA ITB. "Yang hadir langsung hanya sebagian, yaitu perwakilan pengurus pusat, dewan pengawas, pimpinan kongres, dan calon ketua umum," katanya.

Ketua Pemilu IA ITB, Mohamad Jeffry Giranza, menambahkan, hingga saat ini tercatat 22.732 alumni yang sudah masuk DPT. Dari jumlah tersebut, 19.021 sudah teraktivasi dan sisanya masih berproses.

Semua proses pendaftaran DPT dilakukan secara online. Nantinya, pemilik suara pun akan memilih calon ketua umum dengan metode i-voting yang berbasis internet. 

"Semua proses dilakukan secara online, pemilihan ketua umum juga menggunakan sistem i-voting. Semoga ini menjadi contoh bagi pelaksanaan kongres lainnya," kata dia.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2