7 Pakaian Adat Jawa Barat, Cirikan Momentum dan Status Sosial

Asep Supiandi · Minggu, 02 Oktober 2022 - 15:31:00 WIB
7 Pakaian Adat Jawa Barat, Cirikan Momentum dan Status Sosial
Pakaian Adat Jawa Barat mencirikan kekhasan tersendiri. (Foto Istrimewa)

BANDUNG, iNews.id - Pakaian Adat Jawa Barat mencirikan status sosial dan ekonomi yang mengenakannya. Namun kini, sebagian besar pakaian adat tersebut telah banyak ditinggalkan, kecuali dikenakan saat momen tertentu.

Pakaian Adat merupakan simbol kebudayaan suatu daerah. Untuk menunjukkan nama daerah pakaian daerah pakaian adat pun bisa dijadikan simbol tersebut. Pasalnya, setiap daerah di Indonesia memiliki pakaian adat yang berbeda-beda, salah satunya pakaian adat di Jawa Barat.

Berikut 7 pakaian adat Jawa Barat yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Kebaya Sunda

Kebaya Sunda. (Foto: ISTIMEWA)
Kebaya Sunda. (Foto: ISTIMEWA)

Pakain adat Jawa Barat ini sama seperti kebaya pada umumnya. Kebaya dibuat dengan kain tipis dan warna cerah, tetapi tidak tembus pandang. Warna dominan putih, oranye, merah marun, kuning, biru, dan ungu muda. Kebaya Sunda merupakan pakaian adat yang dipakai rakyat biasa dan kelas menengah. Berbeda dengan kabaya Jawa Tengah dan Timur, kebaya dengan bentuk leher yang langsung lurus ke bawah. Kebaya Sunda biasanya dipadukan dengan kain batik dengan motif khas Jawa Barat.

2. Pangsi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan pakaian adat Sunda, pangsi. (FOTO: ISTIMEWA)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan pakaian adat Sunda, pangsi. (FOTO: ISTIMEWA)

Pakaian adat pangsi berupa baju kemeja polos dan celana longgar berwarna hitam. Umumnya berlengan panjang. Namun celana panjang hitam pangsi tidak lebih dari mata kaki. Pakaian adat ini sangat sederhana. Sebab pangsi dipakai oleh laki-laki dari kalangan rakyat biasa dengan profesi petani dan buruh kasar. 

Saat ini, pangsi menjadi pakaian adat Jawa Barat yang kembali dihidupkan dengan mewajibkan seluruh pelajar laki-laki di sejumlah kota dan kabupaten untuk mengenakannya setiap Rabu dan Kamis. Celana pangsi ini dipadukan dengan kemeja polos hitam yang dikenal dengan salontreng. Pemakai pangsi memadakannnya dengan ikat kepala dari kain batik atau iket. Sama seperti pangsi, salontreng dibuat dengan jahitan sederhana.

3. Bedahan

Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan mantan Wagub Jabar Dede serta pejabat Pemprov Jabar mengenakan pakaian adat bedahan. (FOTO: ISTIMEWA)
Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan mantan Wagub Jabar Dede serta pejabat Pemprov Jabar mengenakan pakaian adat bedahan. (FOTO: ISTIMEWA)

Untuk kelas menengah, mereka mengenakan bedahan, yakni pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan oleh kaum pria. Kaum menengah itu umumnya berprofesi pedagang atau saudagar. Pakaian adat ini mirip jas namun tanpa kerah. Baju bedahan dilengkapi saku di dada kiri. Biasanya untuk meletakkan jam berantai emas. Ini yang membedakan status sosial penggunanya. Sedangkan wanita Sunda dari kelas menengah, mengenakan kebaya yang dilengkapi ornamen dari emas. Untuk aksesorisnya menggunakan selendang berwarna, ikat pinggang yang dinamakan beubeur, alas kaki berupa selop yang dinamakan kelom geulis, dan perhiasan berupa kalung, gelang, giwang  atau anting, dan cincin yang terbuat dari perak atau emas.

4. Menak

Pakaian adat menak Sunda. (FOTO: ISTIMEWA)
Pakaian adat menak Sunda. (FOTO: ISTIMEWA)

Pakaian adat Jawa Barat untuk kalangan menak adalah berbahan beludru. Menak merupakan sebutan bagi bangsawan Sunda. Untuk menunjukkan status sosial atau keturunan darah biru, para menak mengenakan jas yang disulam benang emas di bagian ujung lengan sehingga terkesan mewah. 

Jas menak biasanya dipadukan dengan celana panjang hitam yang di bagian bawahnya juga disulam benang emas. Sedangkan di bagian tengah pinggang dipadukan dengan sabuk berwarna emas, lilitan kain batik sampai atas lutut. Pria menak Sunda biasanya memadukan setelan dengan penutup kepala yang dihiasi ornamen dari emas. Sedangkan perempuan menak Sunda mengenakan kebaya dari bahan beludru hitam dengan bagian tengah disulam benang emas. 

Perempuan bangsawan Sunda biasanya memadukan pakaiannya dengan sanggul dan tusuk konde dari emas. Tak lupa mereka memasang bros dari emas di depan dada. Sedangkan bawahannya kain batik bermotif khas Sunda.

5. Mojang Jajaka

Pakaian adat mojang jajaka. (FOTO: ISTIMEWA)
Pakaian adat mojang jajaka. (FOTO: ISTIMEWA)

Pakaian adat mojang jajaka atau gadis dan bujang, lebih simpel. Pakaian ini merupakan mode bagi muda-muda Sunda zaman dulu. Pakaian ini umumnya polos.  Untuk gadis, mereka mengenakan kebaya sederhana dengan warna-warna cerah yang dipadu kain batik khas Sunda. 
Biasanya, pakaian mojang dipadu dengan selendang atau karembong. Untuk mendukung penampilan, mojang Sunda biasanya melangkapi kebayanya dengan aksesoris cincin, kalung, bros, gelang, peniti rantai, dan perhiasan lain. Sedangkan untuk laki-laki berupa beskap atau jas tertutup sebagai atasan dan celana panjang sebagai bawahannya. Biasanya berwarna hitam atau dapat juga warna yang lain. Pemakaiannya disertai dengan penutup kepala atau bendo dan sendal selop sebagai alas kaki. Tidak lupa pula ditambah dengan aksesoris berupa jam dengan rantai.

6. Kebaya Pengantin

Pakaian adat pengantin Sunda. (FOTO: ISTIMEWA)
Pakaian adat pengantin Sunda. (FOTO: ISTIMEWA)

Pakaian adat pengantin Sunda adalah dikenakan saat pernikahan. Kebaya pengantin memiliki ciri khas menarik dan penuh modern. Pengantin wanita Sunda biasanya melengkapi penampilan dengan mahkota atau siger. Pengantin Sunda biasanya memadukan kebayanya dengan kain batik. Pakaian tersebut terinspirasi dari busana putri di masa kerajaan Sunda zaman dulu. Dalam pemakaiannya, kebaya pengantin ini pasti disertai aksesoris berupa permata, gelang, cincin, dan 2 kalung (pendek dan panjang) yang dipakai secara bersamaan. Sementara itu, untuk pengantin pria mengenakan jas buka prangwedana. Warna jas pengantin pria ini biasanya sama dengan kebaya pengantin perempuan. Kain batik yang dikenakan pengantin pria pun bermotif sama dengan permepuan.

7. Beskap

Pakaian adat beskap. (FOTO: ISTIMEWA)
Pakaian adat beskap. (FOTO: ISTIMEWA)

Beskap adalah pakaian adat Jawa Barat untuk laki-laki Sunda yang biasanya digunakan saat acara resmi dan penting. Pakaian adat ini dipakai oleh para pejabat. Warnanya beragam, ada yang kuning gading, putih, dan hitam. Namun umumnya polos. Di bagian samping, beskap dirancang tidak simetris. Tujuannya untuk pemakaian keris. Kancing beskap umumnya besar dan berwarna emas. Biasanya beskap dipadukan dengan kain batik di bagian bawah.


Itulah tujuh pakaian adat Jawa Barat yang mencirikan status sosial serta momentum saat mengenakannya.

Editor : Asep Supiandi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: