Niat Tegur Pemuda Sedang Pesta Miras, 2 Perangkat Desa di Majalengka Dikeroyok

Inin nastain · Kamis, 19 Agustus 2021 - 14:29:00 WIB
Niat Tegur Pemuda Sedang Pesta Miras, 2 Perangkat Desa di Majalengka Dikeroyok
Dua pelaku penganiayaan perangkat desa bersama barang bukti ketika dihadirkan dalam ekspose kasus di Mapolres Majalengka. (Foto: MPI/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Nasib nahas dialami dua perangkat Desa Gandasari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berniat menegur sekelompok pemuda yang pesta minuman keras (miras), malah justru dikeroyok hingga luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Cideres.

Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/8/2021) malam. Sebelum kejadian, dua orang korban masing-masing Suherna dan Heriawan (keduanya perangkat desa) menerima laporan ada warga yang sedang pesta miras di salah satu tempat kos. Mendapat laporan itu, mereka bersama dua orang warga lainnya yakni Wawan dan Angga mendatangi lokasi yang dimaksud, dengan tujuan untuk mengingatkan.

“Perangkat desa niatnya mengingatkan pelaku untuk tidak minum minuman keras. Akan tetapi karena si pelaku dalam kondisi mabuk, mereka melakukan pembacokan terhadap perangkat desa tersebut. Kurang dari 1x24 jam, kami sudah bisa mengamankan dua pelaku itu,” kata kapolres saat ekspose kasus, Kamis (19/8/2021).

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, dalam pengeroyokan tersebut, ada sekitar 10 orang. Namun, yang diduga kuat melakukan penganiayaan sebanyak lima orang. 

“Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, tiga orang masih pemeriksaan,” ujar dia.

Kedua tersangka masing-masing MA Warga Desa Rajagaluh Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka dan RN warga Desa Dawuan, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka. 

“Dari empat orang korban itu, tiga orang mengalami luka tusuk senjaata tajam, satu orang luka lebam dan sempat dibawa ke RS,” jelas dia.

Sementara, Kuwu Desa Gandasari Tatang mengatakan, saat ini para korban yang sempat dirawat di RS terdekat sudah dibolehkan pulang. “Alhamdulillah, sudah boleh pulang. Selama ini kami memang selalu berkomunikasi dengan Polsek,” tutur dia singkat.

Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah golok, celurit, botol miras sisa pakai. Para pelaku dijerat Pasal 170  KUH Pidana Jo Pasal 2 Ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman selama-lamanya  lima tahun enam bulan penjara. Jika terpenuhi unsur Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 maka dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: