get app
inews
Aa Text
Read Next : Hadiri Haul ke-12 KH Yayat Ruhyat Sirodj, Kang Ace Tepis Isu Madrasah Akan Dihapus

“Ngopi” di Lembang, Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Pendidikan Islam Hadapi Banyak Tantangan

Minggu, 25 September 2022 - 19:23:00 WIB
“Ngopi” di Lembang, Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Pendidikan Islam Hadapi Banyak Tantangan
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi dunia Pendidikan Islam dalam acara Ngopi di Lembang, KBB. (FOTO: ISTIMEWA)

LEMBANG, iNews.id - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menyebut dunia pendidikan Islam masih banyak menghadapi tantangan, mulai dari aspek pemerataan hingga bonus demografi. Pernyataan itu disampaikan Tubagus Ace Hasan Syadzily di acara Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama stakeholder, Minggu (25/9/2022) di Lembang, Kabupaten Bandung Bandung Barat (KBB).

“Pertama, meningkatnya gejala intoleransi. Yang kedua, mutu pendidikan keagamaan tertinggal. Selanjutnya kualifikasi tenaga pendidik di lembaga pendidikan keagamaan Islam belum semua memenuhi standar nasional yang ditetapkan. Yang terakhir distribusi guru per provinsi belum merata," kata Kang Ace, sapaan akrab Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

Kang Ace menyatakam, mulai 2025 sampai 2035, Indonesia sedang mengalami bonus demografi. Tantangannya, Indonesia harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). "Kalau kita mau maju, kita harus memanfaatkan bonus demografi ini. Ini tantangan kita,” ujar Kang Ace.

Meski masih menghadapi banyak tantangan, Kang Ace mengapresiasi capaian madrasah yang saat ini mampu bersaing dengan sekolah-sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Hari ini, kita perlu mengapresiasi. Saat ini madrasah sudah menjadi sekolah nomor satu. Coba bapak ibu cari, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia. Alhamdulillah, madrasah sudah turut berkompetisi. Ini kita syukuri,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Ace juga mengenang jasa salah satu Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra yang belum lama ini meninggal dunia. Di mata Kang Ace, almarhum Azyumardi Azra adalah sosok yang memulai transformasi pendidikan tinggi Islam di Indonesia. 

“Beliau mendorong IAIN menjadi UIN. UIN Jakarta yang pertama kali berubah. Maka dimulailah universitas Islam merambah studi-studi umum. Ini menandai integrasi ilmu. Perlu ada transformasi pendidikan Islam kita,” ucap Kang Ace yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini.

Di akhir paparannya, Kang Ace menyampaikan komitmen untuk selalu mendorong kemajuan pendidikan Islam di Indonesia dan khususnya di Bandung Barat.

“Mendorong penguatan kualitas moderasi beragama di semua jenjang dan jenis Pendidikan Islam. Mendorong penguatan peserta didik yang memperoleh layanan Pendidikan Islam yang berkualitas. Mendorong peningkatan lulusan Pendidikan Islam yang produktdif dan memiliki daya saing komparatif,” ujarnya.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut