Misteri, Ada Gua Berkamar 9 di Gunung Burangrang Purwakarta

Asep Supiandi ยท Minggu, 11 April 2021 - 15:08:00 WIB
 Misteri, Ada Gua Berkamar 9 di Gunung Burangrang Purwakarta
Seorang warga menunjukkan sebuah lubang gua yang menganga di lereng Gunung Burangrang, Purwakarta. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)

PURWAKARTA, iNews.id - Gunung Burangrang merupakan gunung api mati di Jawa Barat yang melegenda dan masih misteri. Banyak cerita misteri mewarnai kehidupan masyarakat di sekitar lereng gunung yang belum terkuak hingga saat ini

Salah-satunya tentang misteri adanya gua berkamar sembilan di salah satu lereng Gunung Burangrang, tepatnya di Kampung Pasir Muncang, Desa Pusakamulya, kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Gua tersebut oleh masyarakat setempat disebut Goa Jepang lantaran erat kaitannya dengan penduduk tentara Jepang di Purwakarta.

Menurut cerita masyarakat setempat, gua dengan panjang sekitar 200 meter lebih itu memiliki ruangan cukup besar di dalam. Bahkan, terdapat sembilan kamar berukuran 3x3 meter dengan jarak antarkamar sepanjang 6 meter. Letak dari pada kamar-kamar itu berjejer di samping lorong sebelah kiri. Pola lorong gua pun membentuk huruf P, yakni ada jalur melingkar di dalamnya.

Sampai saat ini, tidak diketahui fungsi dari kamar tersebut, karena tidak ada saksi sejarah yang mengetahui fungsi gua tersebut lantaran semuanya sudah meninggal dunia dan tidak meninggalkan keterangan apapun.

Namun menurut Ahmad (61) warga Kampung Pasir Muncang RT 05/06 Desa Pusakamulya, menyebutkan, ayahnya yang sudah almarhum yaitu Aki Somad pernah mengaku sebagai menjadi Romusha dan kerja rodi untuk membangun gua tersebut. Pada waktu itu, pekerja Romusha dipaksa untuk membuat lubang-lubang di lereng Gunung Burangrang, jumlahnya sebanyak lima gua.

"Namun yang selesai hanya Goa Jepang yang saat ini ada. Gua lainnya belum selesai dan ditinggalkan begitu saja. Goa Jepang yang ada itupun belum pernah digunakan, tentara Jepang keburu pulang ke negaranya sekitar tahun 1945," kata Ahmad kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (11/4/2021).

Ayahnya ketika itu dipaksa untuk menyelesaikan pekerjaan dengan upah sepotong ubi rebus dan secangkir beras. Selain itu, tentara Jepang pun tidak pernah memberitahukan fungsi dari gua dan sembilan kamar yang dibangun. Seolah maksud dan tujuan pembangunan gua menjadi rahasia dan disimpan rapat hingga terkubur zaman.

"Ada yang mengatakan, pembangunan kamar itu untuk strategi perang sebagai jebakan terhadap musuh. Tapi secara pastinya saya juga tidak tahu," ujar Ahmad.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: