Masjid Terapung Al-Jabbar Segera Diresmikan, Ridwan Kamil Targetkan Akhir 2022

Agung Bakti Sarasa ยท Rabu, 14 September 2022 - 12:54:00 WIB
Masjid Terapung Al-Jabbar Segera Diresmikan, Ridwan Kamil Targetkan Akhir 2022
Masjid Raya Al-Jabbar, di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, bakal segera diresmikan. (Foto: iNews.id/Agung Bakti Sarasa).

BANDUNG, iNews.id - Masjid Raya Al-Jabar Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, segera diresmikan. Bahkan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menargetkan, peresmian Masjid Raya Al-Jabar digelar akhir Desember 2022 mendatang. 

"Insya Allah akhir Desember akan kita resmikan. Akhir Desember sudah bisa salat, sekarang udah 60 persen tinggal September, Oktober, November masih ada empat bulan lagi," kata Ridwan Kamil usai mengecek progres pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Rabu (14/9/2022). 

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan, pembangunan masjid yang dikelilingi danau sehingga menimbulkan kesan mengapung itu tengah dikebut di semua lini tanpa mengabaikan kualitas. Oleh karenanya, Kang Emil yakin, target peresmian Masjid Al-Jabbar tersebut dapat tercapai.

"Sudah ditentukan tanggalnya, antara tanggal 29, 30, 31 Desember 2022. Berarti Insya Allah semuanya sedang dikebut agar bisa dipergunakan," katanya. 

Kang Emil tak menampik masih ada sejumlah bagian bangunan masjid yang belum selesai dan hal itu akan menjadi prioritas utama pengerjaan di empat bulan mendatang. 

Bagian yang dimaksud, yakni plafon dalam bangunan masjid. Selain itu, dia juga menekankan kepada para pekerja untuk fokus melakukan pengerukan danau yang mengelilingi bagian luar masjid.  

"Plafon dalam masih belum, lanskap juga sedang proses, saya perintahkan yang kering-kering diganti, yang paling luar biasanya adalah mengeruk danau karena kita ada peninggian," katanya.  

Dalam kesempatan itu, Kang Emil juga mengimbau masyarakat agar tidak memancing dan berenang di sekitar Masjid Al-Jabbar mengingat beberapa waktu lalu, sempat terjadi kecelakaan. 

Diketahui, pembangunan masjid monumental tersebut sempat terhenti sekitar 1,5 tahun akibat pandemi Covid-19. Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 25,99 hektare itu dibangun dengan konsep terapung di atas Embung Gedebage yang memiliki luas 7,2 hektare. 

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: